Iran, Rusia dan Pakistan Inisiasi Pembentukan Konferensi Keamanan Bersama
-
Nikolai Patrushev, Ali Shamkhani, Nasser Khan Janjua
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran mengkonfirmasikan Rusia dan Pakistan dalam kerangka perundingan di Sochi menyepakati dibentuknya konferensi keamanan bersama yang dihadiri oleh seluruh negara di kawasan.
Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran, Nikolai Patrushev, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Rusia dan Nasser Khan Janjua, Penasihat Keamanan Nasional Pakistan menyampaikan kekhawatiran mereka terkait langkah-langkah Amerika menciptakan instabilitas keamanan di kawasan seraya menekankan pentingnya kerjasama negara-negara berpengaruh Asia di semua bidang guna menghadapi fenomena ini.
Ali Shamkhani yang melawati Rusia guna mengikuti pertemuan ke-6 para pejabat tinggi keamanan dari lima benua di kota Sochi, Rusia, hari Kamis malam (26/4) sebelum meninggalkan kota Sochi kepada wartawan IRNA menjelaskan bahwa Amerika ingin memindahkan para teroris dari Suriah dan Irak ke Afghanistan. Menurutnya, kami menginginkan partisipasi seluruh negara berpengaruh di benua Asia untuk memerangi terorisme.
Menghadapi ancaman bersama seperti terorisme merupakan tujuan yang membutuhkan kerjasama multilateral-regional. Sekaitan dengan hal ini, Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iram mengkhususkan bagian dari pidato terbarunya di pertemuan Perdamaian Berkelanjutan di New York dan menegaskan bahwa Iran adalah pionir di bidang ini dan mengusulkan kerjasama regional guna menyelesaikan pelbagai tantangan.
Berdasarkan kenyataan ini, Ali Shamkhani di sela-sela Konferensi Sochi dalam pertemuan dengan Nasser Khan Janjua, Penasihat Keamanan Nasional Pakistan menekankan pentingnya kerjasama bilateral dan multilateral guna menghadapi segala ancaman seraya mengingatkan, Iran dan Pakistan sebagai dua negara penting di dunia Islam memiliki kewajiban dan tanggung jawab penting akan masa depan umat Islam.
Pengalaman transformasi selama beberapa dekade terakhir di Asia Barat menunjukkan bahwa munculnya perang baik langsung atau tidak di kawasan hanya membuka pasar bagi penjualan senjata Barat. Donald Trump, Presiden Amerika punya cara pandang mencari keuntungan pada upaya menciptakan krisis di kawasan dan mempertahankan pusat krisis seperti di Suriah dan Yaman atau dalam bentuk proyek Iranphobia di kawasan.
Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran terkait masalah ini mengatakan, krisis yang terjadi ini dikontrol lewat kehadiran dan intervensi pihak asing dan pasukan transnasional. Sementara kebergantungan dan sejumlah negara regional yang tertipu juga punya saham dalam terbentuknya suasana konflik di Barat Asia.
Jelas, keamanan dan perdamaian berkelanjutan bergantung pada kerjasama regional. Selama tidak ada upaya bersama untuk menciptakan perdamaian menyeluruh dan keamanan di kawasan, maka kita akan menyaksikan berlanjutnya konflik dan instabilitas keamanan.
Dengan menekankan pada kenyataan ini, Republik Islam Iran meminta seluruh negara-negara kawasan, khususnya negara-negara tetangga untuk bergabung dalam upaya bersama yang dapat menjamin kawasan yang lebih kuat dan keamanan bagi semua. Kesepakatan Iran, Rusia dan Pakistan untuk membentuk konferensi keamanan bersama yang dihadiri oleh semua negara kawasan harus dinilai dalam kerangka pemikiran seperti ini.