Membaca Ulang Kekejian Amerika terhadap Bangsa Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59014-membaca_ulang_kekejian_amerika_terhadap_bangsa_iran
Menteri Luar Negeri Iran dalam sebuah artikel menjawab klaim terbaru Menteri Luar Negeri Amerika yang anti-Iran dan menyinggung kasus-kasus penting sebagai dendam kesumat historis AS terhadap bangsa Iran dan harus membayar kerugian.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 21, 2018 09:56 Asia/Jakarta
  • Mohammaad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran
    Mohammaad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran

Menteri Luar Negeri Iran dalam sebuah artikel menjawab klaim terbaru Menteri Luar Negeri Amerika yang anti-Iran dan menyinggung kasus-kasus penting sebagai dendam kesumat historis AS terhadap bangsa Iran dan harus membayar kerugian.

Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada 21 Mei 2018 dalam pidato infaktual, penistaan dan intervensif menyampaikan tuntutan dan ancaman terhadap Iran yang berakar pada permusuhan historis AS terhadap bangsa Iran. Contoh kasus dari permusuhan ini masih ada dalam sejarah 40 tahun Revolusi  Islam. Mike Pompeo menuduh Iran mendukung terorisme dan menciptakan instabilitas di kawasan, padahal akumulasi dari perilaku Amerika terhadap Republik Islam Iran membuat Amerika Serikat menjadi negara agresor dan pelanggar aturan internasional.

Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika

Kebijakan berbagai pemerintah Amerika Serikat, termasuk kebijakan pemerintah saat ini di bawah Donald Trump, merupakan ancaman bagi dunia dalam bentuk unilateralisme yang berbahaya, mengancam, mengintimidasi dan menekan. Setelah keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), Menteri Luar Negeri Trump ini menetapkan syarat kepada Iran dan mengancam Tehran untuk berunding dengan rencana yang diinginkan Washington. Pengalaman 40 tahun Revolusi Islam menjadi pelajaran bagi Amerika agar berbicara dengan bangsa Iran dengan bahasa menghormati.

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Nengeri Iran dalam artikelnya menjawab dengan baik klaim Menlu Amerika. Ia menulis, Menteri Luar Negeri Amerika harus tahu bahwa rakyat Iran selama empat dekade lalu tegar melawan agresi dan pelbagai tekanan Amerika, termasuk upaya kudeta dan intervensif, mendukung agresor dalam perang yang dipaksakan, penerapan sanksi sepihak dan menguniversalkannya dah bahkan menembak pesawat komersial Iran.

Resistensi hari ini memiliki dimensi yang berbeda dan agitasi individu seperti Mike Pompeo tidak mengubah substansi historis perilaku bermusuhan Amerika dengan bangsa Iran dan gerakan regionalnya. Dukungan Amerika untuk kelompok teroris MKO, peran negara ini dalam teror ilmuwan nuklir Iran bekerjasama dengan Mossad, memberikan bantuansenjata kepada rezim Baath Saddam selama delapan tahun perang dan menarget pesawat komersial Iran dengan lebih dari 290 penumpang dan awak, hanya sebuah contoh dari perilaku berbagai pemerintah di Amerika Serikat terhadap bangsa Iran.

Perilaku seperti itu tidak akan terhapus dari benak bangsa Iran apa lagi dengan mengklaim dan berilusi. Para pejabat Amerika harus bertanggung jawab bukannya justru mengajukan syarat serta harus memberikan kompensasi kepada rakyat Iran atas berbagai kejahatan yang dilakukannya.

Menteri Luar Negeri Amerika pada 21 Mei, menuduh Iran mendukung terorisme di kawasan. Padahal bukti-bukti justru menyebut Amerika yang mewujudkan para teroris yang meneror dan menggugursyahidkan ribuan warga Iran pasca kemenangan Revolusi Islam. Kini para gembong teroris hidup dalam kondisi tenang.

Sekaitan dengan hal ini, Javad Hasheminejad, Sekjen Asosiasi Habilian (keluarga para syuhada teror di Iran) Rabu malam (20/6) di saluran televisi Kanal 2 IRIB menjelaskan bahwa Barat, khususnya Amerika mendukung semua kelompok teroris menghadapi Iran. Ia mengatakan, para teroris telah menggugursyahidkan 17 ribu orang di Iran dan mereka hidup di negara-negara yang mengklaim pembela hak asasi manusia, bahkan punya kantor dan mendapat dukungan media, politik, logistik dan keuangan.

Javad Hasheminejad, Sekjen Asosiasi Habilian

Perilaku dan kebijakan Amerika menyebabkan penyebaran ketidakamanan dan terorisme di wilayah Asia Barat. Kini, Republik Islam Iran sedang berjuang sebagai negara yang bertanggung jawab untuk memerangi para teroris yang didukung Amerika. Sebagaimana Menteri Luar Negeri Iran sebutkan dalam artikelnya, kebijakan pemerintah AS bukan saja contoh dari ketidakpercayaan rakyat Iran terhadap pemerintah AS, tetapi menjadi penyebab utama munculnya terorisme, perang dan ketidakamanan di dunia, khususnya di wilayah Asia Barat.