Zarif: AS-Israel Bertanggung Jawab atas Ancaman Senjata Kimia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59366-zarif_as_israel_bertanggung_jawab_atas_ancaman_senjata_kimia
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohamad Javad Zarif mengatakan dua rezim agresor yang memiliki catatan sejarah buruk: Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel harus bertanggung jawab atas kelanjutan bayangan buruk dari senjata kimia di kawasan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 28, 2018 15:33 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohamad Javad Zarif
    Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohamad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohamad Javad Zarif mengatakan dua rezim agresor yang memiliki catatan sejarah buruk: Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel harus bertanggung jawab atas kelanjutan bayangan buruk dari senjata kimia di kawasan.

Hal itu dikatakan Zarif dalam sebuah pesan pada hari Sabtu (28/6/2018) menandai peringatan serangan kimia ke kota Sardasht, barat laut Iran.

 

Tanggal 28 Juni 1987, rezim Baath Irak melancarkan serangan kimia ke kota perbataasan Iran, Sardasht. Serangan ini menyebabkan 119 penduduk sipil meninggal dunia dan lebih dari 8.000 lainnya terluka.

 

Menlu Iran dalam pesannya menyinggung bahwa masyarakat internasional harus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk menindak kejahatan brutal dari penggunaan luas senjata kimia.

 

"Rakyat di kawasan menyaksikan pengulangan kesalahaan di masa lalu yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan hegemoni, di mana mereka mempersenjatai kelompok-kelompok teroris seperti Daesh (ISIS) dengan senjata kimia dan penggunaan senjata itu di wilayah Suriah dan Irak," imbuhnya.

 

Zarif menjelaskan, Iran sebagai korban terbesar senjata kimia menegaskan kembali kecamanannya terhadap penggunaan senjata pemusnah massal.

 

Pemerintah Tehran, lanjut Zarif, juga mengecam keras kebijakan standar ganda sejumlah pemerintah Barat dan politisasi Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

 

Menurutnya, Amerika Serikat telah secara jelas melanggar konvensi-konvensi perlucutan senjata kimia.

 

"Republik Islam Iran sebagai anggota aktif OPCW bersama negara anggota lainnya menuntut AS untuk komitmen dengan kewajibannya dalam organisasi ini, dan memusnahkan senjata kimianya di bawah pengawasan internasional," tegasnya.

Serangan senjata kimia di Sardasht oleh rezim Baath Irak.

 

Menlu Iran lebih lanjut menuturkan, AS dan rezim Zionis adalah penghalang terciptanya kawasan Timur Tengah yang kosong dari senjata pemusnah massal, oleh karena itu keduanya memiliki tanggung jawab global atas kelanjutan bayangan buruk senjata anti-kemanusiaan ini di kawasan tersebut.

 

"Mereka harus ditegur dan dikecam oleh masyarakat internasional. Penghancuran senjata nuklir, biologi dan kimia milik rezim Zionis yang merupakan ancaman keamanan terbesar di kawasan dan dunia harus dipastikan melalui tekanan terkoordinasi masyarakat internasional," pungkasnya. (RA)