Zarif: Iran Perlu Tindakan Nyata Eropa, Bukan Pernyataan Saja
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59982-zarif_iran_perlu_tindakan_nyata_eropa_bukan_pernyataan_saja
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif menekankan pentingnya hubungan negaranya dengan Eropa pasca keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 18, 2018 09:29 Asia/Jakarta
  • Menlu RII Mohammad Javad Zarif.
    Menlu RII Mohammad Javad Zarif.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif menekankan pentingnya hubungan negaranya dengan Eropa pasca keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama).

Dia mengatakan, selain komitmen politik Eropa untuk mematuhi perjanjian nuklir JCPOA, sekarang dibutuhkan tindakan praktis dari mereka.

 

"Eropa tidak seharusnya hanya cukup mengeluarkan komentar dan pernyataan, sebab, Republik Islam Iran memerlukan solusi praktis, terutama dalam bidang transaksi perbankan, investasi, energi, transportasi dan dukungan kepada usaha-usaha kecil dan menengah dari Eropa," kata Zarif dalam wawancara dengan Euronews.

 

Dia lebih lanjut menyinggung petemuan terbaru Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Finlandia dan penegasan mereka atas "semacam konvergensi" pada krisis Suriah.

 

"Nasib Suriah harus ditentukan oleh rakyat negara ini. Rakyat Suriah hingga sekarang masih menunjukkan perlawanan yang baik dalam menghadapi berbagai tekanan, operasi terori sdan serangan para ekstremis," imbuhnya.

 

Zarif menjelaskan, Iran mempertahankan koordinasi dan hubungan yang baik dengan Rusia dan Suriah dan koordinasi ini akan berlanjut. Tujuan ketiga negara ini, lanjutnya, adalah untuk menumpas terorisme dan ekstremisme.

 

Menlu Iran juga menyinggung upaya AS dan sekutunya untuk melanjutkan dukungannya kepada kelompok-kelompok teroris.

 

"Pernyataan presiden AS (Donald Trump) bahwa Iran tidak boleh memanfaatkan kekalahan Daesh (ISIS) merupakan penegasan atas dukungan Trump kepada kelompok teroris ini," pungkasnya. (RA)