Kesiapan Iran Hadapi Serangan AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i60181-kesiapan_iran_hadapi_serangan_as
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan, Iran siap untuk menghadapi segala bentuk petualangan musuh, mengacu pada permusuhan Amerika Serikat terhadap Revolusi Islam.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 24, 2018 05:04 Asia/Jakarta
  • Salah satu kekuatan rudal Iran yang dipamerkan dalam parade militer di pinggiran Tehran.
    Salah satu kekuatan rudal Iran yang dipamerkan dalam parade militer di pinggiran Tehran.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan, Iran siap untuk menghadapi segala bentuk petualangan musuh, mengacu pada permusuhan Amerika Serikat terhadap Revolusi Islam.

Dalam sebuah pernyataan baru-baru ini, Mayjen Bagheri menuturkan bahwa meskipun AS sekilas tidak berbicara tentang ancaman militer, tetapi Iran memiliki informasi akurat bahwa dalam 1,5 tahun terakhir, pemerintah baru dan kejam AS telah berusaha mendorong tentaranya untuk menginvasi Iran, namun para komandan militer negara itu mencegahnya.

Pada saat yang sama, Komandan Angkatan Darat Militer Iran, Brigadir Jenderal Kioumars Heydari juga mendukung peringatan Presiden Hassan Rouhani kepada Amerika dengan mengatakan, “Wilayah Selat Hormuz (Iran Selatan) harus bebas bagi semua atau tidak untuk siapa pun.”

Pasukan Iran di Selat Hormuz.

AS kini telah memasuki petualangan baru melawan Iran dan sebagian dari petualangan ini berupa ancaman keamanan.

Direktur Studi Pertahanan AS di Pusat untuk Kepentingan Nasional, Harry J. Kazianis dalam sebuah artikel di situs The American Conservative, memperingatkan para pejabat Washington agar mereka menyingkirkan rencana perang dengan Iran.

Dalam artikel berjudul “I Fought a War Against Iran and It Ended Badly,” Kazianis menulis, “Terimalah dari saya bahwa perang dengan Iran tidak akan menjadi seperti konflik baru-baru ini di Irak, bekas Yugoslavia, Afghanistan, dan Irak lagi, Libya, Suriah, dan seterusnya. Oh tidak! Iran memiliki militer yang tangguh yang dapat menimbulkan kerugian serius terhadap pasukan AS.”

Menurut analis Amerika ini, ada dua faktor utama yang membuat Washington ragu untuk terlibat konfrontasi militer dengan Tehran. Pertama; sulit untuk membatasi perang ini di lingkaran perbatasan yang ingin dipertahankan oleh Amerika.

Dan kedua, perang dengan Iran akan menjadi konflik pertama bagi militer AS di mana mereka harus menghadapinya sebagai perang modern, karena militer Iran bukan milik satu abad lalu, tetapi Iran tahu persis kekuatan Amerika dan telah menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk menghancurkannya.

Iran telah membuktikan bahwa mereka mampu mengalahkan teknologi anti-radar Amerika dan dengan demikian, pesawat pembom AS yang paling mahal sekali pun akan menjadi sasaran empuk bagi pertahanan anti-pesawat Iran. Kemampuan ini menciptakan banyak kekhawatiran bagi para ahli teori peperangan.

Pada tahun 2013, sebuah riset yang dilakukan oleh sebuah think tank di Washington menunjukkan bahwa penutupan satu hari Selat Hormuz akan meningkatkan harga minyak sebesar 10 persen. Jika penutupan berlangsung lebih lama, resesi global mustahil bisa dielakkan. (RM)