Iran Dapat Melanjutkan Pengayaan Uranium Kapan Saja
-
Mohammad Javad Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, pengayaan uranium bisa dilanjutkan kapan saja dan kami berhak untuk itu, karena AS telah melanggar Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Selama wawancara eksklusif dengan televisi Italia, Rai News24 pada hari Sabtu (24/11/2018), Zarif menambahkan, "Kami berhak meninggalkan JCPOA, tetapi ada opsi lain, kami harus melihat bagaimana mereka (anggota yang tersisa) akan mengamankan kepentingan kami."
Ditanya tentang permintaan AS kepada Eropa agar memutuskan hubungan bisnis dan kerja sama mereka dengan Iran, dia menegaskan permintaan itu sama sekali tidak berdasar.
"Jika Eropa ingin menjaga kedaulatannya, mereka harus bekerja, tapi jika ingin membiarkan sebuah kekuatan arogan mencapai keinginannya, maka arogansi tidak akan pernah ada akhirnya," ujarnya.
Mengacu pada keyakinan Presiden AS Donald Trump bahwa Iran akan kembali ke meja perundingan setelah penerapan sanksi baru, Zarif menandaskan pemerintahan Trump membangun kebijakannya atas dasar ilusi dan analisa yang salah, tetapi Tehran telah bertahan dan berhasil.
"AS yang meninggalkan kesepakatan nuklir, bukan Iran. Kami telah berunding selama 2,5 tahun dan mencapai sebuah kesepakatan besar. JCPOA kemungkinan menjadi negosiasi terpanjang dan paling serius dalam sejarah kontemporer," jelasnya.
Lalu peran apa yang bisa dimainkan Italia dalam kasus sanksi Iran, Zarif menuturkan Italia adalah mitra dagang terbesar Iran di Uni Eropa dan mereka bisa mendukung sektor-sektor swasta.
Iran dan Eropa telah melakukan pembicaraan untuk mempertahankan JCPOA tanpa Amerika. Eropa berjanji akan memberikan paket dukungan untuk melawan sanksi Washington terhadap Tehran.
Republik Islam berharap paket yang dijanjikan Eropa dapat menjamin hak-hak bangsa Iran berdasarkan kesepakatan nuklir. (RM)