Ketika Zarif Mengkritik Posisi Amerika Serikat Soal Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB
-
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran dalam wawancara dengan televisi Aljazeera menolak klaim para pejabat Amerika Serikat bahwa Iran telah melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menteri Luar Negeri Iran yang telah melakukan perjalanan ke Qatar untuk berpidato di pertemuan internasional Doha Forum, dalam wawancara ini menjelaskan bahwa Amerika Serikat secara eksplisit telah melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB 2231 seraya menekankan, mereka tidak dalam posisi untuk membicarakan resolusi ini.
Zarif menyinggung bahwa masyarakat internasional tetap menginginkan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) seraya menyatakan, "Amerika Serikat telah melakukan segala sesuatu untuk melemahkan dan memusnahkan JCPOA, tapi dunia tidak akan menerima kecongkakan Amerika."
Kebijakan yang dikejar oleh Amerika Serikat di kawasan dan terhadap Iran didasarkan pada intervensi dan menciptakan krisis di kawasan dan dunia. Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan dua tahun lalu pada pidato Konferensi Keamanan Munich, "Dalam dunia yang didasarkan pada globalisasi, mewujudkan keamanan dengan mengorbankan ketidakamanan orang lain adalah tidak realistis."
Sekarang situasi di wilayah berada di orbit yang sama dan Amerika Serikat berusaha membenarkan intervensinya di kawasan melalui tuduhan-tuduhan palsu. Ilustrasi yang salah mungkin untuk waktu yang singkat dan sementara, dapat menjauhkan opini publik dari tujuan asli Amerika Serikat di wilayah, tetapi pada akhirnya tidak membantu menyelesaikan krisis yang terjadi di kawasan. Peran Amerika Serikat sebagai faktor utama tidak dapat disembunyikan dari krisis yang terjadi di kawasan. Amerika Serikat menuduh Iran melakukan intervensi dalam urusan regional, sementara dia sendiri melakukan campur tangan urusan internal di Asia Barat.
Menteri luar negeri Iran di Doha mengatakan, "Para penasihat militer yang dikirim Iran melalui permintaan resmi pemerintah negara itu dan Iran hanya akan meninggalkan Suriah jika pemerintah negara itu memintanya."
Dengan menuduh Iran, Amerika Serikat menganggap telah mengambil cara termudah untuk mengalihkan perhatian opini publik dari fakta yang ada.
Akademisi dan intelektual Amerika, Noam Chomsky mengatakan, "Tujuan strategis Amerika Serikat adalah untuk mengkonsolidasikan koalisi yang berkembang dari Israel dan negara-negara Arab untuk bergabung dengan mereka dalam menentang Iran. Karena Iran membatasi dominasi AS di wilayah tersebut dan menentang kebebasan Israel untuk menggunakan kekerasan."
Untuk membenarkan intervensinya di kawasan itu, krisis di beberapa negara di kawasan ini menyebabkan krisis dan berkontribusi terhadap krisis ini. Sayangnya, beberapa negara Arab di kawasan Teluk Persia telah membeli miliaran dolar persenjataan dan memasuki perang proksi, sehingga Suriah dan Yaman menyaksikan tragedi kemanusiaan.
Sekaitan dengan hal ini, Zarif menjelaskan, "Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan senjata impor dari Amerika Serikat dan Inggris telah mengubah Yaman menjadi neraka dan puluhan ribu orang telah tewas secara langsung dalam serangan udara koalisi Saudi di Yaman."
Kata-kata Zarif di Doha memiliki pesan yang jelas. Negara-negara di kawasan ini harus berjuang untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan bergerak menuju pengaturan keamanan yang realistis. Langkah yang dapat didasarkan pada dialog regional dan global berdasarkan tujuan bersama dan untuk keamanan semua negara.