Khutbah Shalat Jumat di Tehran, 1 Februari 2019
-
Khatib Shalat Jumat Tehran Ayatullah Mohammad Emami Kashani.
Khatib Shalat Jumat Tehran Ayatullah Mohammad Emami Kashani memperingatkan rencana musuh yang berusaha memecah belah bangsa Republik Islam Iran dan menyerukan kepada rakyat negara ini untuk partisipasi besar-besaran dalam pawai 22 Bahman (11 Februari) yang akan diselenggarakan untuk menandai peringatan 40 tahun Kemenangan Revolusi Islam.
"Kebatilan terus-menerus menentang kebenaran (haq) tetapi kebatilan tidak akan berlanjut selamanya dan kebenaranlah yang akhirnya akan menang. Sebagaimana ditekankan oleh al-Quran, musuh memanfaatkan pemecahbelahan masyarakat dengan sebaik-baiknya untuk mengontrol dan menyebarkan tirani. Firaun juga berhasil menguasai masyarakat Mesir dengan menggunakan metode yang sama, " kata Ayatullah Emami Kashani dalam Khutbah Jumat kedua di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Jumat, 1 Februari 2019.
Dia menambahkan, Allah Swt menceritakan kisah-kisah ini dalam al-Quran kepada Nabi Suci Muhammad Saw untuk mengajarkannya kepada masyarakat Islam, di mana ketika masyarakat lemah, Allah Swt akan membantu mereka untuk mencapai kemenangan, sebab, kekejaman, kejahatan, kebohongan, korupsi dan kebobrokan tidak akan abadi.
Khatib Shalat Jumat lebih lanjut meminta pejabat pemerintah untuk memberantas korupsi dan memberikan perhatian serius pada mata pencaharian masyarakat.
Ayatullah Emami Kashani juga mengucapkan selamat atas peringatan 40 tahun Kemenangan Revolusi Islam. Dia menuturkan, hari ini, Amerika Serikat telah kalah terlepas dari semua kejahatannya, di mana ini adalah hasil dari kepemimpinan bijak Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.
Khatib Shalat Jumat Tehran juga mengecam kejahatan yang dilakukan di Yaman oleh "segitiga kejahatan" : AS, rezim Zionis Israel dan rezim Al Saud" dan menyatakan harapan bahwa segitiga kejahatan tersebut akan segera hancur atas kuasa Allah Swt.
Di akhir Khutbahnya, Ayatullah Emami Kashani menyerukan rakyat Iran untuk bersatu dan partisipasi dalam Pawai Akbar 22 bahman memperingati 40 tahun Kemenangan Revolusi Islam untuk menggagalkan plot-plot musuh. (RA)