Analis Arab: Tehran Mengancam Sistem Petrodolar
-
Pawai warga Iran
Pars Today - Analis Arab, Mohammad Mustafa Shahin menggambarkan perang Tel Aviv dan Washington terhadap Iran sebagai “bunuh diri strategis” bagi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Shahin menyatakan bahwa perang terhadap Iran akan membawa perubahan besar dalam tatanan global. Ia menambahkan bahwa Iran tidak sedang melakukan perang konvensional, tetapi perang ekonomi, militer, dan regional yang berkelanjutan.
Iran Mengancam Sistem Petrodolar
Shahin menyatakan bahwa Iran dapat mengancam infrastruktur vital di kawasan dan menghancurkan fondasi ekonomi Amerika, yaitu sistem petrodolar. Amerika Serikat sangat bergantung pada investasi ulang surplus pendapatan minyak Teluk Persia di pasar Amerika, termasuk dalam bidang kecerdasan buatan. Gangguan pada pendapatan minyak ini dapat menyebabkan kehancuran ekonomi Amerika.
Perang Amerika terhadap Iran untuk Kepentingan Israel
Analis Arab ini juga menyatakan bahwa perang Amerika terhadap Iran bukanlah untuk kepentingan vital Amerika, tetapi perang yang tidak bermakna dan kejam dari sudut pandang agama dan moral, yang terutama untuk melayani kepentingan eksistensi Israel dan kedua, untuk memenuhi kepentingan sekelompok kecil kapitalis dengan dalih keamanan regional.
Shahin juga menyebutkan bahwa pengalaman Amerika dalam perang melawan Vietnam dan Irak menunjukkan bahwa petualangan seperti ini akan berakhir dengan kegagalan strategis total, termasuk kehancuran sistem petrodolar, kehancuran tatanan unipolar, dan munculnya dunia multipolar di bawah dominasi lawan Amerika.
Iran Tidak Mencari Penjajahan Tetangga
Di bagian lain dari analisis ini, perlu diakui bahwa Iran bukanlah kekuatan ekspansionis dan tidak mencari untuk menjajah wilayah tetangganya. Negara ini bertindak dalam kerangka logika pertahanan ofensif. Perang terhadap Iran akan membuka pintu bagi kekacauan regional yang tak terbatas.
Analis Arab ini, dengan menunjukkan bahwa Israel tidak memiliki kemampuan untuk menjajah Iran atau mengubah rezimnya, menegaskan bahwa Washington, setelah mengalami pengalaman pahit di Irak dan Afghanistan, tidak lagi memiliki kemauan politik atau kapasitas ekonomi untuk melakukan perang darat yang berkepanjangan di wilayah sebesar Iran.(sl)