JCPOA: Kelemahan Eropa dan Puncak Komitmen Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i67323-jcpoa_kelemahan_eropa_dan_puncak_komitmen_iran
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, "Eropa telah bertindak secara tidak efektif dalam memenuhi kewajibannya."
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Feb 07, 2019 13:27 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran
    Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, "Eropa telah bertindak secara tidak efektif dalam memenuhi kewajibannya."

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran, pada Rabu malam (06/02), dalam sebuah pertemuan dengan para duta besar dan kepala perwakilan urusan luar negeri yang tinggal di Tehran, bertepatan dengan peringatan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam, menjelaskan, "Terlepas dari kesalahan Amerika dan fakta bahwa Eropa sangat lemah dan tidak efektif dalam memenuhi komitmennya, Republik Islam Iran telah memenuhi kewajibannya, yang berarti bahwa komitmen etika, moral dan politik sangat penting bagi bangsa Iran."

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Setelah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat menarik Washington dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) pada 8 Mei 2018 dan menerapkan sanksi terhadap Iran, negara-negara Eropa berjanji untuk memberikan kompensasi kepada Iran atas penarikan diri Amerika Serikat dari JCPOA.

Komitmen Eropa yang pada akhirnya memaksa Troika Eropa pada 31 Januari 2019 meresmikan mekanisme khusus finansialnya untuk melakukan kerja sama ekonomi dengan Iran dengan nama INSTEX. Hal itu dilakukan tetap dilakukan setelah sekitar 9 bulan tertunda akibat tekanan Amerika Serikat dan tidak adanya kemandirian Eropa. Mekanisme ini berupaya melindungi hak sah Iran dari JCPOA untuk melakukan pertukaran dagang, perbankan dan kerja sama ekonomi dengan Eropa. Tentu saja, INSTEX tidak akan mencakup semua aktivitas ekonomi dengan Iran dan untuk memulai kerja sama ini akan dimulai dengan bahan makanan dan obat-obatan.

Tindakan Eropa yang terlambat ini, meskipun merupakan langkah ke arah komitmen Eropa terkait JCPOA, tapi tidak dapat memenuhi semua harapan pemerintah Iran. Mengingat bahwa, menurut berbagai laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran telah menaati semua komitmennya, maka sesuai dengan yang diharapkan bahwa negara-negara Eropa, bertindak secara moral seperti yang dilakukan Iran dengan mengambil langkah lain untuk menyempurnakan apa yang telah dilakukan selama ini.

Kelemahan yang ditunjukkan negara-negara Eropa ini berasal dari ketergantungan mereka pada Amerika Serikat dan perilisan tidak lengkap dari INSTEX menunjukkan betapa Eropa masih bermain dalam bayang-bayang Amerika. Pernyataan Senin lalu oleh Uni Eropa, yang selain memberikan dukungan politik terhadap JCPOA, ternyata berseiring dengan klaim Amerika Serikat anti-Iran dan hal ini tentu saja kembali mencerminkan kebergantungan Eropa pada Amerika Serikat.

Masalah rudal dan kehadiran regional yang efektif Iran di kawasan tidak ada hubungannya dengan JCPOA, tetapi karena Eropa tidak mampu membayar semua biaya akibat keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA, terpaksa menabuh genderang yang sama dengan Amerika Serikat dengan membicarakan tema-tema yang keluar dari JCPOA.

Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Selasa (05/02), dalam menanggapi sikap Uni Eropa yang melontarkan sejumlah tuduhan seperti perancang dan pelaksana aksi teroris di Eropa sebagai hal yang tidak berdasar. Kemenlu Iran menekankan, "Iran, sebagai korban terbesar dari serangan teroris dan sebagai negara yang telah memelopori perang melawan kelompok teroris seperti Daesh (ISIS) berharap Uni Eropa untuk menghadapinya dengan cara yang realistis dan jauh dari standar ganda."

Kementerian luar negeri Iran seraya menyebut aktivitas pertahanan Iran hanya untuk tindakan pencegahan juga menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak akan pernah bernegosiasi dengan negara-negara lain di bidang ini.

Dukungan Eropa yang hanya bersifat politik terhadap JCPOA dan secara bersamaan meningkatkan tuduhan terhadap Iran tidak dapat menjadi dasar yang tepat bagi hubungan Iran dengan Eropa di masa depan. Apa yang sekarang menjadi perhatian dan harapan Iran adalah bagaimana implementasi komitmen JCPOA Eropa dalam kerangka INSTEX.

Republik Islam Iran memiliki berbagai pilihan menghadapi ketidakmampuan dan kelemahan Eropa untuk memenuhi kewajibannya dan tekanan Eropa terhadap Iran untuk menerima syarat di luar dari JCPOA tidak akan berhasil.

INSTEX

Sekaitan dengah hal ini, Seyed Hossein Naghavi Hosseini, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran dalam wawancara dengan IranPress berpendapat bahwa peluncuran Saluran Perdagangan Khusus dengan Iran yang disebut INSTEX adalah langkah pertama Perancis, Inggris dan Jerman untuk memenuhi komitmen mereka. Menurutnya, "Iran tidak akan menerima syarat di luar JCPOA terkait implementasi INSTEX.(SL)