Kekuatan Iran di Mata Jenderal Soleimani
https://parstoday.ir/id/news/iran-i68009-kekuatan_iran_di_mata_jenderal_soleimani
Komandan Pasukan Qods, Korps Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran, Mayjen Qassem Soleimani menegaskan, kekalahan musuh Republik Islam Iran adalah sesuatu yang pasti.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Mar 02, 2019 13:11 Asia/Jakarta
  • Jenderal Qassem Soleimani
    Jenderal Qassem Soleimani

Komandan Pasukan Qods, Korps Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran, Mayjen Qassem Soleimani menegaskan, kekalahan musuh Republik Islam Iran adalah sesuatu yang pasti.

Komandan Pasukan Qods, Pasdaran Iran dalam pidatonya di acara memperingati 6.500 syuhada Provinsi Kerman, Iran Selatan menegaskan, watak arogan sudah menjadi substansi diri musuh dan sikap meremehkan bangsa serta kepentingan negara lain merupakan salah satu alasan kekalahan musuh.

Faktor lain yang dianggap Mayjen Soleimani sebagai alasan kekalahan musuh adalah dukungan terhadap pemerintahan ilegal. Menurut Soleimani, Presiden Amerika Serikat selalu merendahkan bangsa-bangsa lain di manapun berada.

"Arab Saudi bergantung dan mengandalkan Amerika karena ia tidak stabil, akan tetapi harus diketahui bahwa Amerika suatu saat akan menghancurkan negara itu ketika kepentingannya terancam," ujar Soleimani.

Sehubungan dengan kekalahan Daesh dan penarikan pasukan Amerika dari Irak, Mayjen Soleimani menuturkan, kekuatan Islamlah yang mempersatukan bangsa-bangsa Muslim dan mampu melawan musuh.

Perang yang dipaksakan di Suriah dan Irak serta fenomena kemunculan kelompok teroris Daesh, pada kenyataannya adalah babak baru proyek pecah belah kawasan lewat tangan terorisme Takfiri yang berakhir dengan kemenangan poros perlawanan.

Editor surat kabar Al Biina, Lebanon, Nasser Kandil mengatakan, pasca perang musim panas tahun 2006, tercipta perimbangan kekuatan baru di kawasan dan hal ini menunjukkan bahwa semuanya bergantung pada kehendak dan iman bangsa-bangsa kawasan terhadap perlawanan.

Seorang penulis Kanada, Naomi Klein dalam bukunya yang terkenal "The Shock Doctrine" menulis, front perlawanan berhasil melumpuhkan mesin perang rezim Zionis Israel dan dengan kemenangan itu mereka menciptakan perimbangan kekuatan baru di kawasan dan dunia.

pasukan Amerika di Irak

Tidak diragukan kemunculan Daesh di Suriah dan Irak serta upaya untuk memecah kawasan adalah bahaya besar yang mengancam seluruh masyarakat kawasan. Dalam situasi seperti ini rezim-rezim kawasan berubah menjadi alat Amerika dan Israel, namun di hadapan kubu perlawanan Islam, manuver tersebut tidak mampu bertahan lama.

Realitasnya, jika tekad dan perlawanan bangsa-bangsa kawasan tidak berada di garda depan dalam menghadapi gerakan musuh, maka hari ini Daesh sudah menduduki kawasan.

Target Amerika adalah menakut-nakuti masyarakat kawasan dan menunjukkan bahwa mereka lemah di hadapan berbagai ancaman asing. Akan tetapi kemenangan di medan tempur melawan musuh membuktikan bahwa perlawanan dan perjuangan dapat mengatasi segala bentuk ancaman.

Amerika dan Israel sebagai dua sumber asli kekacauan dan ketidakamanan di kawasan dibantu beberapa negara Arab, berusaha menganggu Republik Islam Iran, tapi gagal. Pasalnya bangsa Iran punya kemampuan menghadapi setiap tekanan dan konspirasi.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, upaya dan target musuh Iran dari perang lunak adalah membuat masyarakat menderita dan putus harapan serta menakut-nakuti mereka agar tidak terjun berpartisipasi aktif, namun pesan para syuhada kepada kita adalah, jika kalian terjun ke medan melawan musuh, Allah Swt sebagaimana di era perang pertahanan suci, akan menjauhkan rasa takut dan kesedihan. (HS)