Baghaei: AS Tak Bisa Bicara dengan Bahasa Paksa dan Ancaman ke Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189394-baghaei_as_tak_bisa_bicara_dengan_bahasa_paksa_dan_ancaman_ke_iran
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya sudah mengambil pelajaran, tidak bisa berbicara dengan Iran menggunakan bahasa kekerasan dan ancaman.
(last modified 2026-05-04T08:39:34+00:00 )
May 04, 2026 15:37 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemlu Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemlu Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya sudah mengambil pelajaran, tidak bisa berbicara dengan Iran menggunakan bahasa kekerasan dan ancaman.

Dilansir Pars Today, 4 Mei 2026, Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemlu Iran, dalam konferensi pers mingguannya hari Senin (4/5), menanggapi klaim AS tentang operasi keamanan di Selat Hormuz, "Mengenai cara respons kami, mereka yang bertanggung jawab untuk merespons sudah sangat siap dan tahu bagaimana membela kepentingan nasional Iran. Pernyataan Markas Besar Khatamul Anbiya telah dirilis hari ini. Dunia tidak menerima klaim kemanusiaan AS, juga tidak percaya bahwa AS bisa keluar dari rawa buatannya sendiri dengan mengulangi kesalahan masa lalu."

Ia menegaskan, "Amerika harus belajar bahwa mereka tidak bisa berbicara dengan Iran menggunakan bahasa ancaman dan kekerasan. Iran telah menunjukkan bahwa ia menganggap dirinya sebagai penjaga keamanan Selat Hormuz. Sebelum 28 Februari, Selat Hormuz adalah jalur pelayaran yang aman. Komunitas internasional harus meminta pertanggungjawaban AS karena telah menjadikan selat itu tidak aman. Perusahaan-perusahaan dan kapal-kapal tentu tahu bahwa memastikan keamanan memerlukan koordinasi dengan otoritas berwenang Iran."

Menanggapi pernyataan Prancis tentang sebuah proposal untuk keselamatan Selat Hormuz, Baghaei mengatakan, "Saran kami: tolong jangan mempersulit situasi yang ada. Tindakan yang diambil Iran sesuai dengan hukum internasional untuk memastikan tidak adanya agresi terhadap kepentingan Iran, dan ini adalah prinsip yang diterima. Jika negara-negara ingin membantu, lebih baik mereka mencegah eskalasi tindakan AS di kawasan dan sekitarnya. AS-lah yang membuat perairan internasional tidak aman karena pembajakan."

Mengenai peran Eropa dalam mengakhiri perang terhadap Iran, ia menyatakan, "Kami selalu menyambut baik peran konstruktif negara-negara Eropa dalam isu-isu yang terkait dengan keamanan kawasan. Kami juga mengatakan hal yang sama mengenai masalah nuklir. Namun mereka memilih jalan lain."

"Tampaknya pengalaman baru-baru ini setidaknya telah menciptakan semacam realisme di beberapa pihak Eropa mengenai perkembangan. Mereka menyadari bahwa ketaatan buta kepada AS tidak menguntungkan keamanan global atau kepentingan ekonomi Eropa. Kami berharap negara-negara Eropa mengambil sikap yang lebih bertanggung jawab mengenai kawasan."

Lagi-lagi Tehran mengingatkan bahwa AS tidak bisa mengancam atau menggunakan kekerasan terhadap Iran. Dunia, menurut Iran, tidak lagi percaya pada "kemanusiaan" AS, sementara Prancis diminta tidak memperumit masalah. Yang lebih penting: Iran menyebut Eropa mulai sadar bahwa mengikuti AS secara membabi buta tidak akan menguntungkan keamanan global atau ekonomi mereka sendiri.(sl)