Gempur Drone Hizbullah, Zionis Pakai Sistem Jala, Masih Gagal
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189388-gempur_drone_hizbullah_zionis_pakai_sistem_jala_masih_gagal
Pars Today – Media-media Israel mengabarkan bahwa rezim pendudukan telah mengerahkan sistem baru di Lebanon selatan untuk melawan drone Hizbullah setelah sebelumnya dibuat frustrasi. Sistem yang masih tahap uji coba ini belum menunjukkan hasil signifikan.
(last modified 2026-05-04T07:38:36+00:00 )
May 04, 2026 14:27 Asia/Jakarta
  • Irone Drone
    Irone Drone

Pars Today – Media-media Israel mengabarkan bahwa rezim pendudukan telah mengerahkan sistem baru di Lebanon selatan untuk melawan drone Hizbullah setelah sebelumnya dibuat frustrasi. Sistem yang masih tahap uji coba ini belum menunjukkan hasil signifikan.

Dilansir ISNA, surat kabar Ibrani Yedioth Ahronoth menulis bahwa tentara Zionis akhirnya, setelah keberhasilan-keberhasilan Hizbullah, menempatkan sistem baru di Lebanon selatan. Sistem ini mengelola drone bersenjata secara terintegrasi dan bertujuan untuk mencegat drone serat optik berhulu ledak yang diluncurkan Hizbullah ke arah pasukan Israel. Saat ini sistem tersebut beroperasi dalam uji coba dan belum mencapai keberhasilan signifikan.

Surat kabar Ibrani itu menambahkan bahwa pasukan perang elektronik telah ditempatkan di wilayah tersebut untuk melawan drone Hizbullah, tetapi sebagai respons, Hizbullah juga meluncurkan drone langsung ke arah pasukan ini.

Sementara itu, surat kabar Ibrani Haaretz mengungkapkan bahwa tentara Israel memulai operasi pemasangan sistem pertahanan canggih melawan drone peledak dan bunuh diri yang diluncurkan Hizbullah. Sistem ini, yang dikenal dengan merek dagang "Iron Drone Raider" dari perusahaan Airobotics, merupakan solusi terintegrasi yang menggabungkan sensor, termasuk radar canggih dan drone pencegat.

Sistem ini dilengkapi radar dan drone pencegat yang menembakkan jaring untuk menjebak target dan tidak bergantung pada sinyal radio (sehingga berpotensi membasmi drone serat optik yang kebal jamming). Namun, sumber-sumber IDF di bidang drone mengakui sistem ini telah diuji sekitar setahun lalu dan terbukti tidak efektif dalam hal deteksi.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui pekan lalu bahwa masalah drone ini adalah ancaman serius. Ia mengaku telah memerintahkan pendirian proyek khusus untuk mengatasi ancaman drone Hizbullah, tetapi hal itu "membutuhkan waktu".

Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada Ynet, "Kami mencoba segalanya," saat pasukan IDF berlomba mencari solusi. Sejauh ini, belum ada sistem yang ditemukan benar-benar efektif melawan drone serat optik Hizbullah.

"Apes" adalah kata yang pas untuk Zionis. Sistem Iron Drone ini punya konsep canggih (menembakkan jaring), tetapi faktanya gagal dalam uji deteksi setahun lalu  dan kini dipaksakan di Lebanon selatan karena Israel sudah "mati gaya" menghadapi drone Hizbullah. Mulai dari perang elektronik yang gagal, sampai jaring yang belum terbukti jitu, Netanyahu pun mengakui butuh waktu untuk "proyek khusus" menangani ancaman ini. Sementara itu, drone Hizbullah terus menebar ancaman.(sl)