Rouhani: Penjualan Uranium yang Diperkaya dan Air Berat Dihentikan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69918-rouhani_penjualan_uranium_yang_diperkaya_dan_air_berat_dihentikan
Presiden Republik Islam Iran menangguhkan penjualan uranium yang diperkaya dan air berat selama 60 hari.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
May 08, 2019 09:10 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Hassan Rouhani
    Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran menangguhkan penjualan uranium yang diperkaya dan air berat selama 60 hari.

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran mengatakan bahwa hari ini, 8 Mei, satu tahun setelah Amerika Serikat secara ilegal keluar dari kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan merusak resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB dan mengumumkan bahwa kami tidak akan lagi menjual uranium yang diperkaya dan air berat.

JCPOA

"Kepada negara-negara anggota JCPOA (Inggris, Perancis, Jerman, Rusia dan Cina) kami mengumumkan mereka memiliki tenggat waktu 60 hari untuk bernegosiasi dan jika kami mencapai hasil dalam negosiasi dengan lima negara dan kepentingan utama Iran, terutama di bidang perminyakan dan perbankan sebagai dua manfaat utama, kami kembali ke situasi sebelumnya, tetapi jika kami tidak mendapatkan hasil di akhir periode 60 hari, kami akan memulai dua langkah lain lagi," ungkap Rouhani.

Presiden Iran mengatakan, "Kesepakatan Iran di JCPOA adalah menjaga tingkat pengayaan di level 3,67. Sekarang kami tidak akan menahan diri dari tindakan ini. Artinya, level sudah tidak bermakna bagi kami. Sementara terkait reaktor air berat Arak, kami akan memutuskannya setelah 60 hari, dimana kami melanjutkan program sebelum kesepakatan JCPOA dan menyelesaikan reaktor ari berat Arak."

Rouhani sekali lagi memperingatkan, "Dalam pesan kepada lima negara pihak JCPOA, secara transparan kami jelaskan bahwa jika mereka ingin mencari alasan terkait langkah kami hari ini dan mengembalikan kasus Iran ke Dewan Keamanan PBB mereka akan menghadapi tindakan yang sangat tegas."

"Iran tidak pernah memulai perang, tetapi tidak pernah menyerah pada penindasan," pungkas Rouhani