Zarif: AS Membahayakan Perdamaian dan Stabilitas di Seluruh Dunia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i72056-zarif_as_membahayakan_perdamaian_dan_stabilitas_di_seluruh_dunia
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, gelombang baru petualangan unilateral Amerika melemahkan kedaulatan hukum di tingkat internasional.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 21, 2019 05:43 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif
    Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, gelombang baru petualangan unilateral Amerika melemahkan kedaulatan hukum di tingkat internasional.

Zarif Sabtu (20/07) di sidang tingkat menlu Gerakan Non Blok (GNB) di Caracas, Venezuela menjelaskan, kerja sama internasional di berbagai bidang termasuk perdagangan bebas, lingkungan hidup, kedaulatan hukum, organisasi internasional dan kasus lainnya mulai terancam.

Seraya mengingatkan hasil buruk dari unilateralisme Amerika di dekade 2000 yang mencakup pendudukan, sadisme dan radikalisme, Zarif menekankan pentingnya melawan gelombang baru unilateralisme Amerika Serikat.

Menlu Iran seraya menjelaskan bahwa banyak sekutu Amerika yang terancam kebijakan intervensif Amerika menambahkan, Amerika berusaha menghapus kesepakatan JCPOA, bukan saja negara ini melanggar resolusi Dewan Keamanan, bahkan Washington menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang komitmen untuk tetap di kesepakatan nuklir ini.

Zarif di kesempatan tersebut juga menekankan bahwa Republik Islam Iran berada di front terdepan melawan kecenderungan unilateralisme baru Amerika dan menambahkan, intevensi nyata Amerika di urusan internal Venezuela termasuk dengan mengobarkan upaya kudeta militer pada bulan April lalu merupakan contoh lain dari perilaku buruk Washington.

Menlu Iran seraya menjelaskan bahwa pergerakan ilegal AS meningkatkan instabilitas di kawasan Asia Barat menegaskan, sejumlah rezim Arab yang mengiringi rencana konspiratif AS anti rakyat Palestina, bukan saja telah mengkhianati bangsa tertindas ini, tapi juga membahayakan perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan. (MF)