Iran Siapkan Program khusus Hadapi Sanksi Bioteknologi
-
Sorena Sattari
Wakil presiden Iran bidang Sains dan Teknologi seraya menjelaskan bahwa Iran di bidang bioteknologi merupakan kekuatan pertama di kawasan mengatakan, untuk melawan sanksi di bidang bioteknologi, Iran telah mempersiapkan program khusus.
IRNA melaporkan, Sorena Sattari Ahad (20/07) saat meninjau sebuah perusahaan berbasis pengetahuan di bidang farmasi di Karaj menambahkan, Iran memiliki persiapan untuk memperluas aktivitas pemuda dalam negeri di bidang obat-obatan manusia, hewan dan vaksin.
Sattari berharap pemuda Iran dengan pengetahuannya mampu mengkompensasi ketergantungan negara terhadap obat-obatan manusia, hewan dan vaksin.
Sattari juga mengisyaratkan pameran delapan produk obat-obatan baru dan memuji upaya pemuda Iran untuk memproduksi obat-obatan ini.
Hari ini dipamerkan delapan produk farmasi baru termasuk Omeprazole Micro Pellet, tamsulosin hidroklorida, Naltrexone Base, Sitagliptin Phosphate dan Pioglitazone di Karaj.
Prestasi medis dan farmasi Iran mencuat ketika Amerika Serikat setelah keluar secara sepihak dari JCPOA pada 8 Mei 2018 menjatuhkan sanksi obat-obatan terhadap bangsa Iran.
Mahkamah Internasional (ICJ) 3 Oktober 2018 seraya menyatakan bahwa pengaduan Iran terhadap Amerika karena melanggar The Treaty of Amity, Economic Relations and Consular Rights 1955 antara kedua negara layak untuk ditindaklanjuti, memberikan suara pencabutan sanksi farmasi, makanan, kemanusiaan dan udara Amerika terhadap Iran. (MF)