Masih Jauh Jarak antara Ucapan dan Tindakan Eropa untuk Mempertahankan JCPOA
-
Sayid Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
Juru bicara kementerian luar negeri Iran menolak setiap proposal definitif dan kredibel oleh Perancis untuk menutupi komitmen yang belum dipenuhi Eropa.
Sayid Abbas Mousavi, Jubir Kemenlu Iran hari Senin, 12 Agustus, dalam wawancara dengan IRIB menyinggung beberapa media yang berspekulasi tentang proposal Perancis ke Iran dan mengatakan, "Dalam pembicaraan via telepon antara presiden Iran dan Perancis yang dilakukan beberapa kali, sudah ada sejumlah proposal yang diajukan, tapi sampai sekarang belum ada yang pasti."
Beberapa media, termasuk al-Monitor, situs berita yang berbasis di AS, melaporkan bahwa dalam percakapan telepon antara Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Perancis Emmanuel Macron ada dua proposal yang disampaikan Paris tentang rekening bank senilai 15 miliar dolar untuk meluncurkan INSTEX dan mengundang presiden Iran untuk menghadiri pertemuan dengan para menteri ekonomi tujuh negara industri dunia di Paris.
Para pejabat Eropa bersikeras mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) tetapi sampai sekarang mereka belum menerapkan 11 komitmen JCPOA-nya. Bila melihat masalah ini secara optimis, dapat dikatakan bahwa keputusan Perancis dan Jerman untuk mengambil jarak dari Trump menunjukkan betapa rapuhnya hubungan Amerika Serikat dan Eropa. Sekalipun demikian, Perancis tampaknya mencari solusi untuk negosiasi yang tidak akan berhasil jika asumsi sebelumnya benar. Karena Gedung Putih telah menunjukkan substansinya dalam beberapa cara, dimana yang terbaru adalah sanksi terhadap menteri luar negeri Iran.
Jelas, Amerika Serikat sebagai penandatangan JCPOA telah menginjak-injak semua komitmennya dan resolusi Dewan Keamanan PBB dan telah menunjukkan bahwa dirinya kepada dunia sebagai negara yang tidak dapat dipercaya. Kenyataan ini juga diketahui dengan baik oleh Emmanuel Macron, Presiden Perancis.
Presiden Perancis telah melakukan beberapa pembicaraan via telepon dengan Hassan Rouhani, Presiden Iran, yang menyatakan keinginan negaranya untuk mempertahankan JCPOA dan meminta Iran untuk tetap dalam perjanjian ini. Menteri Ekonomi Perancis dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa sekarang telah tiba waktunya Eropa membuka matanya dan mengatakan, "Eropa membutuhkan alat keuangan baru untuk menjadi independen dari Amerika Serikat dan kita perlu melindungi kepentingan perusahaan kita terhadap sanksi AS."
Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa negara-negara Eropa, terutama Perancis, telah membuat deklarasi dukungan yang luas terhadap JCPOA, tetapi masih ada jalan panjang sebelum janji-janji Eropa diimplementasikan. Mekanisme keuangan khusus Eropa untuk Iran yang disebut INSTEX (Instrument in Support of Trade) tidak sejalan dengan janji-janji diplomatik Eropa. Dengan kata lain, dalam situasi saat ini kita dihadapkan dengan negara-negara Eropa yang mencoba mengarahkan masalah JCPOA hanya terkait dengan keamanan.
Mohammad Reza Sattari, pakar hubungan internasional dan akademisi politik dalam menganalisis penyebab pendekatan politik Eropa, mengatakan:
"Meskipun orang Eropa menentang doktrin unilateral Trump karena pendekatan multilateralis, tetapi ada perbedaan dalam perumusan strategi global, pada akhirnya masalah Eropa dan AS melalui hubungan transatlantik luas pada dasarnya didefinisikan di Barat. Dan sejauh mana afiliasi politik dan ekonomi mereka sedemikian rupa sehingga pada akhirnya ada banyak kohesi dan kesamaan di antara mereka. Karena itu, berlanjutnya kondisi yang seperti ini akan membuat Eropa menghadapi berbagai tantangan."
JCPOA sebagai perjanjian internasional memiliki peran yang tak tertandingi dalam mendefinisikan hubungan internasional dan kelangsungan hidupnya penting bagi masyarakat internasional, tetapi dalam kondisi saat ini, sikap Eropa hanya mengakui atau menekankan implementasi sepihak JCPOA tidak dapat menjamin kepentingan satu pun dari pihak yang ada di perjanjian ini. terutama Republik Islam Iran. Mempertahankan JCPOA membutuhkan solusi dan proposal Eropa yang kredibel.