Rahbar: Ansarullah Harus Lawan Upaya Saudi Pecah Belah Yaman
-
Jubir Ansarullah dan Rahbar
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar saat bertemu delegasi gerakan Ansarullah Yaman menekankan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ingin memecah belah Yaman. Menurutnya, konspirasi ini harus dilawan dengan kekuatan, dan Yaman yang integral dan bersatu, dengan seluruh wilayahnya, harus dibela.
Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Selasa (13/8/2019) dalam pertemuan itu memuji iman, perlawanan, kecerdasan dan semangat jihad rakyat Yaman dalam menghadapi agresi brutal dan luas Saudi, UEA serta para pendukungnya.
Rahbar menegaskan, menjaga persatuan Yaman dengan memperhatikan keyakinan agama dan ragam etnis negara ini, membutuhkan dialog di antara rakyat Yaman sendiri.
Ayatullah Khamenei menambahkan, rakyat Yaman dengan peradaban tinggi dan bersejarahnya, juga dengan semangat jihad serta perlawanannya, selama lima tahun ini membuktikan bahwa mereka memiliki masa depan yang cerah, dan akan membentuk sebuah pemerintahan yang kuat dan mengantarkannya kepada kemajuan.
Sehubungan dengan sikap anti-Amerika Serikat dan anti-Barat yang dijalankan Republik Islam Iran, Rahbar menuturkan, sikap ini tidak berlandaskan fanatisme, tapi bersumber dari realitas dan sepak terjang Amerika dan Barat sendiri yang meski secara lahir tampak manusiawi, merakyat dan bermoral, namun melakukan kejahatan-kejahatan paling kejam.
Ayatullah Khamenei menilai kebisuan dunia Barat menyaksikan kejahatan di Yaman dan Palestina, sebagai sebuah contoh dari realitas dunia hari ini.
Rahbar juga mengumumkan dukungan atas perjuangan kaum perempuan dan laki-laki di Yaman dan Palestina. Menurutnya, kekuatan-kekuatan jahat harus dilawan dengan kekuatan iman, perlawanan dan bersandar pada bantuan Ilahi, dan inilah satu-satunya jalan.
Di awal pertemuan, Juru bicara Ansarullah Yaman, Mohammed Abdul Salam menyampaikan surat Sekjen Ansarullah, Abdul Malik Badruddin Al Houthi kepada Rahbar.
Jubir Ansarullah menuturkan, rakyat Yaman berada dalam kondisi yang sangat sulit, meski dengan tangan kosong tapi dengan iman dan kesabaran, mereka mampu menghadapi agresi dari 17 negara dunia.
Mohammed Abdul Salam menegaskan, kami berjanji kepada Anda, bangsa Yaman akan bersatu layaknya satu tangan, dan melanjutkan perlawanannya dalam menghadapi agresi para penindas sampai diraihnya kemenangan penuh. (HS)