Rouhani: Keterkucilan AS Saat Ini, Pertama dalam Sejarah
Presiden Iran menyebut keterkucilan Amerika Serikat saat ini, tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah permusuhan dengan Iran.
Hassan Rouhani, Senin (23/9/2019) sebelum bertolak ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-74 kepada wartawan mengatakan, hari ini Amerika dikecam mayoritas negara dunia karena masalah penurunan komitmen nuklir Iran, mereka bahkan tidak peduli dengan usulan Washington untuk membawa masalah tersebut ke Badan Energi Atom Internasional, IAEA.
Menurut Rouhani, sanksi menindas terhadap rakyat Iran adalah bukti keputusasaan Amerika. Rakyat Iran, katanya, melawan dengan gigih sanksi dan musuh.
Sehubungan dengan tuduhan Amerika terhadap Iran seputar serangan ke kilang minyak Arab Saudi, Presiden Iran menjelaskan, Amerika ingin mendominasi kawasan secara penuh, dan menguasai seluruh minyak di wilayah timur Saudi.
Rouhani juga menyinggung soal prakarsa damai Hormuz yang akan disampaikannya di Sidang Majelis Umum PBB.
"Prakarsa ini akan mengabarkan kepada masyarakat internasional bahwa Iran berusaha mewujudkan perdamaian jangka panjang di kawasan," imbuhnya.
Presiden Iran menegaskan, dengan mengajukan prakarsa damai Hormuz, Iran berusaha menjalin kerja sama kolektif dengan negara-negara kawasan Teluk Persia.
"Amerika sejak tahun 2001 bercokol di kawasan, namun tidak pernah sekalipun berhasil mewujudkan keamanan regional, maka dari itu permasalahan kawasan harus diselesaikan oleh negara-negara kawasan sendiri," pungkasnya. (HS)