Respon Iran atas Klaim Baru Badan Nuklir PBB
https://parstoday.ir/id/news/iran-i75567-respon_iran_atas_klaim_baru_badan_nuklir_pbb
Duta Besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Kazem Gharib Abadi menanggapi klaim para pejabat IAEA mengenai keberadaan lokasi baru untuk kegiatan nuklir di Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 13, 2019 07:43 Asia/Jakarta
  • Respon Iran atas Klaim Baru Badan Nuklir PBB

Duta Besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Kazem Gharib Abadi menanggapi klaim para pejabat IAEA mengenai keberadaan lokasi baru untuk kegiatan nuklir di Iran.

"Sejak pertama kali IAEA bertanya tentang sebuah lokasi khusus di Iran, kami melakukan kerja sama maksimal dengan mereka dan bersikap transparan, kami menyediakan akses yang diperlukan kepada IAEA," ujarnya.

Menurut Gharib Abadi, pertanyaan seperti itu merupakan sebuah hal biasa dalam konteks kerja sama antara IAEA dan negara-negara anggota. Namun, ketika kedua pihak bekerjasama untuk menyelesaikan itu, maka tidak seharusnya disalahgunakan dan dibesar-besarkan untuk tujuan politik.

Badan nuklir PBB itu pada 11 November menerbitkan laporan baru mengenai perkembangan pelaksanaan kesepakatan nuklir JCPOA.

Laporan tersebut mencatat bahwa IAEA masih memiliki akses penuh di Iran meskipun Tehran telah mengurangi komitmen kesepakatan, mereka masih tetap mampu melakukan verifikasi. Laporan itu menyebutkan bahwa Iran telah mengambil langkah-langkah dalam menanggapi permintaan IAEA untuk menerbitkan visa jangka panjang bagi tim inspektor.

Tetapi, IAEA dalam laporannya juga mengklaim bahwa mereka telah mengidentifikasi partikel uranium di lokasi yang belum diumumkan Iran kepada IAEA.

Tahun lalu, Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu menuding Iran memiliki beberapa instalasi nuklir rahasia dan salah satunya terletak di Turquzabad.

Kazem Gharib Abadi.

Dalam hal ini, seorang pakar nuklir Iran, Hassan Mohammadi mengatakan, "Kasus-kasus seperti itu lebih mirip sebagai pemerasan media. Iran adalah negara yang paling berkomitmen terhadap JCPOA dan kewajiban nuklirnya. Mereka sebelum ini juga memiliki klaim-klaim mengenai program nuklir Iran, tetapi kemudian terbukti tidak benar."

Klaim terbaru IAEA dapat dianggap sebagai bagian dari tekanan politik setelah Iran mengambil langkah keempat mengurangi komitmen kesepakatan nuklir. Klaim seperti ini bertujuan memunculkan kecurigaan terkait kegiatan nuklir Iran dan mempertanyakan tindakan rasional dan sah Tehran dalam mengurangi komitmen JCPOA.

Penjabat Direktur Jenderal IAEA, Cornel Feruta sebelum ini mengatakan kita tidak dapat menilai program nuklir Iran berdasarkan asumsi-asumsi.

Gharib Abadi menekankan setiap upaya untuk merusak kerja sama positif antara Iran dan IAEA serta pemaksaan tekanan terhadap badan nuklir PBB itu adalah benar-benar tidak konstruktif dan Iran akan meresponnya dengan tindakan yang tepat.

Berdasarkan hak-hak nuklir, Republik Islam Iran memiliki hak untuk mengayakan uranium untuk kepentingan damai. IAEA dalam inspeksinya juga selalu memverifikasi kegiatan damai nuklir Iran.

Tehran selalu berkomitmen dengan ketentuan IAEA dan sama sekali tidak melakukan kegiatan terlarang. Sayangnya pendekatan politik telah mengaburkan hak-hak nuklir yang diakui oleh hukum internasional. Oleh karena itu, Iran berharap agar IAEA menaruh perhatian pada skenario dan klaim-klaim tak berdasar mengenai kegiatan nuklir Iran. (RM)