Zarif: Dukungan Petinggi AS terhadap Rakyat Iran, Kebohongan yang Memalukan
-
Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif menyebut dukungan petinggi Amerika Serikat terhadap rakyat Iran sebuah kebohongan yang memalukan dan mengatakan, rezim yang mencegah sampainya makanan dan obat-obatan ke tangan rakyat Iran melalui terorisme ekonomi tidak akan pernah dapat mengklaim mendukung rakyat Iran.
Mohammad Javad Zarif Senin (18/11) malam saat merespon statemen intervensif dan menipu petinggi Amerika termasuk Mike Pompeo dan sejumlah pemerintah Eropa soal instabilitas terbaru di sejumlah kota Iran mengungkapkan, protes sesuai hukum adalah hak legal rakyat di mana konstitusi Iran juga mengakuinya, dan tidak butuh pengingat dan dukungan rezim yang tujuan resminya memaksa Iran melaksanakan tuntutan ilegal mereka melalui pemaksaan represi ekonomi, bahkan di sektor makanan dan obat-obatan terhadap warga Iran.
Zarif menambahkan, petinggi Amerika termasuk Pompeo, pertama-tama harus menjawab langkah-langkah teroris dan kejahatan anti kemanusiaan mereka termasuk rakyat Iran.
Menlu Iran kepada Jerman dan Perancis mengatakan, negara-negara yang tidak mampu menunjukkan kemampuan dan kehendaknya terhadap terorisme ekonomi Amerika dan kini untuk menyembunyikan ketidakmampuannya memilih memberikan dukungan politik dan lapangan terhadap kerusuhan dan perusakan fasilitas publik maka mereka harus bersiap memikul tanggung jawab dampak langkah berbahaya mereka.
Pemerintah Jerman dan Kemenlu Perancis Senin (18/11) seraya merilis statemen mendukung kerusuhan terbaru di Iran.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo yang negaranya memiliki berkas tebal intervensi di urusan internal Iran, Sabtu (16/11) malam di akun twitternya seraya menyinggung berbagai protes di sejumlah kota Iran akibat reformasi harga bensin mengklaim, Washington mendukung rakyat Iran.
Seiring dengan diberlakukannya rencana reformasi harga bensin di Iran, sejak Jumat (15/11) dini hari di sejumlah kota di negara ini terjadi aksi demo. Aksi protes ini di mayoritas daerah digelar dengan damai, namun di sejumlah tempat aksi ini disusupi sejumlah perusuh. (MF)