Iran Memprotes Dukungan AS untuk Para Pelaku Kerusuhan
Menyusul intervensi Gedung Putih dalam urusan internal Iran, setelah reformasi harga bahan bakar dan dukungan AS untuk para pelaku kerusuhan, duta besar Swiss untuk Tehran sebagai pelindung kepentingan AS dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Iran.
Setelah pemanggilan Duta Besar Swiss untuk Tehran Marcus Leitner, Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan surat protes Republik Islam atas campur tangan AS dalam urusan internal Iran.
Implementasi rencana reformasi harga bahan bakar (bensin) di Iran sejak Jumat pagi, 15 November, memicu protes damai di Tehran dan beberapa kota Iran lainnya. Para pengunjuk rasa turun ke jalan untuk memprotes rencana dan waktu pelaksanaannya. Demonstrasi atas keputusan makro dan utama pemerintah Iran berada dalam kerangka hukum yang diakui dan merupakan hak rakyat.
Tetapi aksi perusakan dan menciptakan ketidakamanan tidak dapat ditolerir dan setiap pemerintah pasti menindak para perusuh dan mereka yang mengganggu keamanan dan kenyamanan orang di mana pun sesuai undang-undang. Contoh model penindakan ini dapat disaksikan di berbagai negara, termasuk Eropa dan bahkan AS.
Mendukung para pelaku kerusuhan, perusak kenyaman dan pengganggu keamanan masyarakat di setiap negara merupakan indikasi campur tangan dalam urusan internalnya. Sikap Gedung Putih dan beberapa negara Eropa dalam mendukung perusuh dan penyalahgunaan mereka atas protes publik terhadap kenaikan harga bensin jelas mencampuri urusan internal Iran.
Para pelaku kerusuhan merusak properti publik dan pribadi, termasuk bank, layanan darurat, ambulans dan transportasi umum. Aksi perusakan ini adalah tindakan anti-keamanan, dan tindakan pasukan keamanan dan polisi Iran terhadap mereka dengan tujuan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada warga adalah tindakan yang sah dan diharapkan oleh warga.
Melindungi rakyat Iran sambil mendukung para perusuh mencerminkan kebijakan ganda Amerika Serikat. Karena terorisme ekonomi negara ini terhadap rakyat Iran merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang mendasar dan dukungan terhadap rakyat Iran adalah dua sikap yang kontradiktif dan tidak dapat berkumpul. Dalam keadaan seperti itu, air mata buaya Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri AS, tidak berarti dukungan tulus bagi rakyat Iran. Karena selama 41 tahun terakhir, Amerika Serikat telah melakukan berbagai tindakan subversif terhadap bangsa Iran.
Dukungan AS, kelompok teroris Munafikin dan anti revolusi terhadap para pelaku kerusuhan dan menunggangi mereka bukanlah tindakan baru, dan setiap kali rakyat Iran secara damai mengangkat suara protes mereka, musuh-musuh Revolusi Islam telah masuk dan mendukung aksi perusakan dan ketidakamanan.
Dalam konteks ini, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, pada hari Ahad lalu, 17 November, mengenai isu-isu yang muncul setelah menerapkan rencana pengelolaan bahan bakar menekankan, "Mereka yang anti revolusi Iran dan para musuh selalu mendukung perusakan dan ketidakamanan, dan sampai sekarang mereka masih melakukannya."
Tidak ada satu pun orang Iran yang mendukung kerusuhan dan kekacauan di masyarakat, dan dengan kesadaran mereka akan tujuan gerakan-gerakan yang mengganggu dan merusak terhadap properti publik, mereka telah berpisah dari barisan para perusuh dan sekarang suasana tenang telah merebak di seluruh Iran.