Iran Tegaskan tidak akan Berkompromi dengan Keamanannya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i76749-iran_tegaskan_tidak_akan_berkompromi_dengan_keamanannya
Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi mengatakan kesepakatan nuklir JCPOA tidak akan bertahan jika dilaksanakan oleh satu pihak, dan pelaksanaan penuh kesepakatan membutuhkan kehadiran pihak lain yang kuat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 20, 2019 12:24 Asia/Jakarta
  • Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi.
    Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi.

Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi mengatakan kesepakatan nuklir JCPOA tidak akan bertahan jika dilaksanakan oleh satu pihak, dan pelaksanaan penuh kesepakatan membutuhkan kehadiran pihak lain yang kuat.

Dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas laporan sekjen PBB mengenai pelaksanaan resolusi 2231, yang berhubungan dengan JCPOA.

"Iran tidak bisa bersikap acuh tak acuh terhadap sanksi terus menerus yang melanggar hukum dan tidak adanya langkah kompensasi yang diambil oleh anggota lain kesepakatan nuklir," tegas Takht Ravanchi dalam pertemuan hari Kamis (19/12/2019) itu.

"Iran telah menangguhkan pelaksanaan beberapa kewajibannya berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA, dan mengambil langkah bertahap per dua bulan untuk memberikan kesempatan kepada upaya diplomasi," jelasnya.

Takht Ravanchi menuturkan bahwa langkah-langkah Iran dapat dipulihkan, tetapi kerugian yang diderita Iran akibat sanksi tidak dapat dikompensasi.

Dia memastikan bahwa setiap tindakan yang tidak perlu terhadap Iran, akan ditanggapi dengan tindakan tegas oleh Republik Islam, seperti yang telah kami umumkan kepada para mitra JCPOA.

Di bagian lain, Takht Ravanchi mengatakan Iran tidak memiliki senjata nuklir dan telah berkomitmen pada JCPOA untuk tidak pernah mencari, mengembangkan, atau memperolehnya.

"Memperoleh sarana pertahanan konvensional adalah hak yang melekat di bawah hukum internasional. Dalam situasi apa pun, Iran tidak akan berkompromi dengan keamanannya," pungkasnya. (RM)