Mencermati Tujuan Kunjungan Menlu India ke Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i76826-mencermati_tujuan_kunjungan_menlu_india_ke_iran
Tehran selama beberapa hari lalu menjadi tuan rumah kunjungan sekretaris keamanan dan petinggi keamanan sejumlah negara tetangga, Afghanistan. Adapun hari ini (Ahad, 22/12) Republik Islam menjadi tuan rumah menlu India.
(last modified 2026-05-07T09:57:09+00:00 )
Des 22, 2019 16:43 Asia/Jakarta
  • Zarif dan Subrahmanyam Jaishankar
    Zarif dan Subrahmanyam Jaishankar

Tehran selama beberapa hari lalu menjadi tuan rumah kunjungan sekretaris keamanan dan petinggi keamanan sejumlah negara tetangga, Afghanistan. Adapun hari ini (Ahad, 22/12) Republik Islam menjadi tuan rumah menlu India.

Selama kunjungan ini akan digelar pertemuan komisi bersama Iran dan India yang dipimpin Menlu, Mohammad Javad Zarif dan sejawatnya dari New Delhi, Subrahmanyam Jaishankar.

Menlu Iran dan India sebelumnya juga menggelar pertemuan bersama membahas isu energi, transformasi Afghanistan dan kerjasama multiregional. Kunjungan ini juga dapat dicermati dalam koridor hubungan bilateral dan interaksi politik, serta ekonomi kedua negara.

Menlu India Subrahmanyam Jaishankar di Tehran

India salah satu konsumen minyak terbesar di dunia. Oleh karena itu, setiap sabotase di bidang akses India ke energi dapat menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian negara ini. Oleh karena itu, India sangat mementingkan upaya untuk menjaga dan mengembangkan hubungan ekonomi dengan Iran. Di sisi lain, Iran melalui interaksi regional dan multi telah mempermudah akses India ke Afghanistan dan Asia Tengah. Hal ini juga sangat penting untuk menjamin kepentingan strategis berasma regional.

Oleh karena itu, di butir ketiga statemen akhir sidang kedua sekretaris dan penasihat keamanan nasional serta petinggi keamanan negara-negara kawasan termasuk India, seraya mengisyaratkan pentingnya enegri bagi perkembangan dan peningkatan ekonomi negara kawasan dan dunia, juga ditekankan hak seluruh negara produsen minyak dan gas untuk menjamin kebutuhan pasar energi serta hak negara importir untuk secara bebas mengakses pasar energi di kawasan.

Penekanan ini menunjukkan bahwa jaminan energi dan akses ke jalur transit Iran melalui pelabuhan Chabahar dan koridor utara-selatan sangat strategis bagi negara-negara di sekitar Iran.

Dengan mencermati hal-hal ini, kunjungan menlu India ke Tehran dari satu sisi harus dinilai dalam koridor hubungan yang semakin meningkat Tehran dan New Delhi dan dari sisi lain, dalam koridor diplomasi regional Iran dan India mengingat transformasi kawasan.

Vahide Dindari, pengamat politik di bidang ini mengatakan, "Petinggi India menyadari bahwa kepentingan negaranya tergantung pada hubungan dengan Iran termasuk di sektor energi dan transit barang. Ketergantungan ini dilevel yang tidak dapat diabaikan."

Kunjungan menlu India ke Tehran sejatinya digelar di saat kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan level perdagangan di antara mereka serta berniat untuk kian meningkatkan mekanisme kerjasama.

Surajit pengamat ekonomi seraya mengisyaratkan pentingnya Iran bagi India di transaksi ekonomi atau impor energi menjelaskan, "Jika sekutu India seperti Amerika memprotes hubungan baik New Delhi dengan Tehran, maka India harus mengambil sikap tegas dan keras serta tidak tunduk pada tuntutan mereka. Tak diragukan lagi bahwa India akan mendapat untung dari sikap seperti ini. Jika tidak maka India akan menjadi korban kebijakan variabel sekutunya dan kekuatan global, khususnya Amerika. Jika India tidak mampu melakukan hal ini, maka saat itu ia akan kehilangan peluang emas."

Dialog dan saling kunjung ini terjadi ketika Amerika memberi tekanan keras kepada sekutu Eropa dan Asianya sehingga menurut anggapannya, Iran akan terkucil. Republik Islam Iran bagaimanapun masih tetap menjadi pemain penting dan berpengaruh di transformasi regional.

Sekaitan dengan ini pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani usai menghadiri sidang Kuala Lumpur Summit 2019 bertolak ke Jepang. Hal ini karena pandangan ke Timur merupakan agenda utama perundingan selama lawatan ini. Di proses ini, pastinya India memiliki saham besar.

Menurut pandangan ini, perundingan menlu Iran dan India di Tehran serta pertemuan komisi bersama kedua negara harus dicermati sebagai tekad kuat Tehran dan New Delhi untuk semakin memperluas hubungan ekonomi di antara mereka. (MF)