Proyeksi NATO dan AS; Kesadaran Dunia atas Realita Syahid Soleimani
https://parstoday.ir/id/news/iran-i77402-proyeksi_nato_dan_as_kesadaran_dunia_atas_realita_syahid_soleimani
Respon sejumlah petinggi Barat atas teror dan gugurnya Syahid Qasem Soleimani, komandan pasukan Quds IRGC Iran, kembali menunjukkan, Barat memiliki pendekatan ganda di perang kontra terorisme dan memandang fenomena buruk ini dari sudut pandang kepentingan pribadi.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Jan 09, 2020 13:01 Asia/Jakarta
  • Syahid Qasem Soleimani
    Syahid Qasem Soleimani

Respon sejumlah petinggi Barat atas teror dan gugurnya Syahid Qasem Soleimani, komandan pasukan Quds IRGC Iran, kembali menunjukkan, Barat memiliki pendekatan ganda di perang kontra terorisme dan memandang fenomena buruk ini dari sudut pandang kepentingan pribadi.

Syahid Soleimani komandan sejati dalam melawan beragam bentuk terorisme khususnya terorisme Daesh (ISIS) yang membanjiri kawasan Asia Barat dari berbagai kota Eropa serta mengobarkan instabilitas dan perang proksi di Suriah dan Irak. Kegagalan beragama bentuk terorisme di kawasan Asia Barat telah mencegah instabilitas di kawasan ini merembet ke jantung Eropa.

Daesh

Stabilitas dan keamanan saat ini di berbagai ibukota Eropa adalah hasil dari upaya dan perjuangan sosok seperti Syahid Soleimani yang berhasil mencegah pembentukan geografi terorisme Daesh di Suriah dan Irak melalui perjuangan sejatinya.

Berbagai kelompok teroris di bawah standar ganda dan pandangan alat Barat termasuk negara-negara anggota NATO mengobarkan perang proksi di kawasan Asia Barat dan menjalankan kebijakan negara-negara tersebut dan Amerika Serikat.

Berakhirnya terorisme Daesh dan Front al-Nusra -yang saat itu dari 80 negara khususnya negara-negara Eropa dengan mudah melintasi perbatasan mereka menuju Suriah- telah menjamin keamanan ibukota Eropa saat ini, karena Daesh memiliki rencana untuk mengobarkan instabilitas di berbagai kota Eropa.

Tujuan penting ini terealisasi di bawah perjuangan serius dan sejati poros muqawama pimpinan Syahid Qasem Soleimani melawan beragam bentuk terorisme. Di kondisi seperti ini, justifikasi teror terhadap Syahid Soleimani oleh sekjen NATO sebuah pembenaran akan aksi terorisme negara oleh Amerika yang tidak pernah menghormati hukum internasional. Padahal selama bertahun-tahun lalu prestasi yang diraih AS dan NATO khususnya di Afghanistan adalah kehancuran, instabilitas dan merebaknya terorisme.

Terkait hal ini, Juru bicara Deplu Iran, Sayid Abbas Mousavi Rabu (08/01) malam seraya mengutuk statemen terbaru Sekjen NATO, Jens Stoltenberg ketika menjustifikasi teror  Syahid Soleimani oleh Amerika mengtakan, "NATO selama beberapa tahun terakhir hanya memberikan kehancuran, perang dan instabilitas bagi rakyat kawasan dan dunia."

Jens Stoltenberg

Para petinggi Eropa yang mengiringi Donald Trump, presiden AS, menjustifikasi teror terhadap Syahid Soleimani  sama sekali tidak memiliki prestasi gemilang dalam melawan terorisme dan juga mereka memanfaatkan hukum internasional serta HAM sebagai alat untuk kepentingan pribadinya. Pendekatan Barat ini membuat Afghanistan selama hampir dua dekade terlilit perang, instabilitas dan kehancuran.

Kebijakan eksploitatif Barat khususnya Amerika merupakan akar instabilitas dan merebaknya terorisme di berbagai wilayah dunia dan opini publik global dengan baik menyadari hal ini bahwa pendekatan dan instrumen kebijakan Amerika serta sekutunya merupakan faktor instabilitas di berbagai penjuru dunia.

Represi rakyat di dunia atas teror Syahid Soleimani sebagai komandan sejati di perang melawan terorisme menunjukkan bahwa AS dan sekutunya tidak mampu menutupi perilaku dan kinerja destruktif serta ilegalnya. (MF)