Norwegia: Tidak Ada Kewajiban NATO Terkait Perang Amerika
-
Espen Barth Eide, Menteri Luar Negeri Norwegia
Pars‑Today - Norwegia menyatakan bahwa perang Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran tidak menciptakan kewajiban bagi Organisasi Perjanjian Atlantik Utara “NATO”.
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, sebagai akibat dari kegagalan berulang dalam mencapai tujuan serangannya terhadap Republik Islam Iran, telah meminta dukungan anggota NATO dalam perang ini. Negara‑negara anggota organisasi tersebut tidak hanya tidak menyetujui permintaan Trump, justru beberapa negara Eropa termasuk anggota NATO seperti Prancis, Italia, dan Spanyol telah menutup wilayah udara mereka bagi pesawat‑pesawat militer Amerika.
Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari Kantor Berita Tasnim, Espen Barth Eide, Menteri Luar Negeri Norwegia, menegaskan bahwa perang pilihan Amerika terhadap Iran tidak menciptakan kewajiban bagi NATO.
Ia, sambil menolak penggunaan kekerasan dan menekankan diplomasi, berkata, “Perang Amerika terhadap Iran, berbeda dengan peristiwa 11 September, adalah sebuah “perang pilihan” yang tidak mewajibkan NATO untuk terlibat.”
Menlu Norwegia menambahkan, “Para diplomat di seluruh dunia telah menolak penggunaan kekuatan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz dan sebagai gantinya lebih memilih langkah‑langkah diplomatik.”
Dalam lanjutan isolasi internasional Amerika dalam serangan militer terhadap Iran, Austria juga, sambil menolak permintaan Washington untuk menggunakan wilayah udara negaranya dalam agresi terhadap Iran, menegaskan sikap netralnya dan menjauh dari perang yang telah dimulai oleh Trump.
Andy Babler, Wakil Kanselir Austria, berkata, “Kami tidak ingin memiliki hubungan apa pun dengan kebijakan kekacauan Trump dan perangnya, yang akan membawa krisis energi berikutnya bagi kami.”
Ia menambahkan, “Netralitas adalah sebuah aset berharga di negara kami. Tidak untuk perang.”(sl)