Tehran akan Keluar dari NPT Bila Berkas Iran Dikirim ke DK-PBB
-
NPT
Meskipun AS telah menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada Mei 2018 dan penerapan sanksi luas terhadap Iran serta tidak adanya tindakan efektif dari anggota Eropa kelompok 4 + 1, Iran telah menunjukkan kesabaran strategis selama satu setengah tahun bagi pihak Eropa untuk memenuhi komitmen JCPOA mereka.
Selanjutnya, pada Mei 2019, Tehran mengambil lima langkah untuk mengurangi kewajiban JCPOA-nya. Troika Eropa menjadikan masalah ini untuk mengaktifkan mekanisme penyelesaian sengketa, sebuah proses yang dapat mengarah pada pengembalian kasus nuklir Iran ke Dewan Keamanan dan pengembalian otomatis sanksi PBB terhadap Iran. Masalah ini telah memicu reaksi tajam dari Tehran.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Senin, 20 Januari, dalam peringatan yang jelas menyatakan bahwa jika pihak Eropa melanjutkan perilaku tidak pantas mereka atau mengirim kasus Iran ke Dewan Keamanan, kami akan menarik diri dari NPT. Zarif menjelakan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran terus mengikuti jalur hukum terkait keputusan terbaru negara-negara Eropa yang mengaktifkan mekanisme penyelesaian sengketa. Karena Republik Islam Iran telah memulai secara resmi membahas metode penyelesaian sengketa pada Mei 2018 pasca keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA.
Jerman, Perancis, dan Inggris, sebagai anggota Troika Eropa dan anggota kubu Barat dari kelompok 4 + 1, pada hari Selasa, 14 Januari, mengeluarkan pernyataan di Brussels untuk mengaktifkan mekanisme penyelesaian sengketa. Dalam pernyataan mereka, Troika Eropa mengklaim bahwa tujuan mereka bukan untuk menghidupkan kembali sanksi terhadap Iran tetapi untuk mencari jalan keluar dari kesepakatan nuklir.
Mereka berpendapat bahwa tujuan keputusan itu untuk mempertahankan kesepakatan nuklir dengan bernegosiasi dengan Iran agar kembali ke komitmennya di JCPOA, bukannya menerapkan kembali sanksi PBB. Namun, dari sudut pandang Tehran, langkah ini oleh Eropa tidak masuk akal dan hanya dapat menyebabkan bertambahnya perbedaan pendapat dan ketegangan yang berdampak serius.
"Pernyataan pihak Eropa tidak memiliki dasar hukum, jadi kami melihat apa yang dilakukan tidak berdasar. Jika pihak Eropa mengambil langkah lain, sesuai dengan surat presiden pada Mei 2019, masalah penarikan Iran dari NPT akan diangkat," ungkap Zarif.
Dalam sikapnya baru-baru ini, Troika Eropa mengecam penurunan komitmen JCPOA Iran dalam bentuk lima langkah dan menyerukan Iran untuk menahan diri dari melanjutkan proses serta kembali ke posisi sebelumnya. Pihak Eropa mengabaikan fakta bahwa Iran telah menerima JCPOA dalam kerangka kepentingan nasionalnya dan mengharapkan anggota kelompok 4 + 1, khususnya anggota Eropa melaksanakan komitmen JCPOA-nya. Karena ketika salah satu anggota JCPOA keluar, yaitu Amerika, dan menerapkan kembali sanksi, Iran berada dalam tekanan. Komitmen Eropa ini termasuk mengurangi dampak negatif dari sanksi AS dengan menciptakan mekanisme untuk kelanjutan interaksi ekonomi, perdagangan dan minyak dengan Iran dalam bentuk INSTEX.
Menurut Saeed Mohammadi, pakar urusan internasional, "Mengharapkan Iran untuk memenuhi seluruh komitmennya sebelum langkah Eropa mengambil tindakan untuk menyelamatkan JCPOA sebagai sikap yang tidak rasional dan tidak praktis."
Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Iran yang menyatakan bahwa Tehran telah mengambil lima langkah untuk mengurangi komitmennya dan tidak akan mengambil langkah lebih lanjut dalam hal ini. Zarif menekankan, "Jika Eropa kembali ke komitmen mereka, Iran akan berhenti mengurangi komitmennya, tetapi jika pihak Eropa terus mempolitisasi masalah ini, dimana itu tidak memiliki konsekuensi hukum, kami memiliki banyak kemungkinan."
Sekaitan dengan singgungan Zarif soal surat presiden Republik Islam Iran yang berisikan peringatan bila masalah ini dikembalikan ke Dewan Keamanan PBB, Iran akan menarik diri dari NPT, tetapi rencana lain dapat diajukan sebelum itu.
Bahkan, Menteri Luar Negeri Iran percaya bahwa Eropa harus mempertimbangkan kembali pendekatan mereka saat ini dengan serius sebelum perselisihan saat ini antara anggota Eropa dari kelompok 4 +1 dengan Iran mencapai tahap kritis dan berbahaya, lalu melaksanakan secara serius komitmen JCPOA-nya, sehingga Iran mengambil langkah yang sesuai.