Mousavi: Pertemuan Wina Tidak Bahas Mekanisme Triger
-
Seyed Abbas Mousavi
Juru bicara kementerian luar negeri Iran menyatakan pertemuan komisi bersama JCPOA di Wina adalah pertemuan biasa dan tidak ada hubungannya dengan mekanisme penyelesaian sengketa.
Seyed Abbas Mousavi hari Senin (24/2/2020) mengatakan pertemuan komisi bersama JCPOA berikutnya akan diadakan di tingkat wakil menteri dan dirjen politik.
Sebelumnya, Uni Eropa hari Minggu mengumumkan pertemuan komisi bersama JCPOA di Wina akan digelar pada hari Rabu, 26 Februari 2020.
Iran telah berupaya untuk mempertahankan JCPOA dengan syarat pihak-pihak lain dalam perjanjian nuklir internasional ini memenuhi komitmennya setelah Amerika Serikat keluar pada 8 Mei 2018. Tetapi sejauh ini Eropa tidak berhasil dalam langkah-langkah praktis yang dijanjikan untuk mempertahankan kesepakatan itu.
Dalam keadaan seperti itu, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 8 Mei 2019, yang bertepatan setahun setelah AS keluar dari JCPOA, mengambil langkah pengurangan komitmennya terhadap perjanjian nuklir internasional itu berdasarkan butir 26 dan 36 JCPOA demi menyeimbangkan kewajiban dan hak-hak Iran.

Pada hari Minggu, 5 Januari 2020, Iran mengumumkan langkah kelima dan terakhir dalam pengurangan komitmen Republik Islam terhadap JCPOA.
Sembilan hari kemudian, pada 14 Januari 2020, Troika Eropa yang terdiri dari Jerman, Inggris, dan Prancis menanggapi langkah kelima dengan mengeluarkan pernyataan bersama di Brussels untuk mengaktifkan mekanisme penyelesaian sengketa atau mekanisme triger yang memicu reaksi balik dari Tehran.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menanggapi langkah Troika Eropa dengan menyatakan bahwa Republik Islam memulai langkahnya secara legal dan sesuai aturan.
Berdasarkan butir 26 dan 36 JCPOA, Iran berhak untuk menangguhkan komitmen penuhnya, secara keseluruhan atau sebagian, jika pihak lain gagal memenuhi kewajibannya.
Iran telah menegaskan kesiapannya untuk kembali menjalankan komitmen penuhnya terhadap JCPOA jika sanksi dicabut, dan kepentingan nasionalnya terpenuhi dalam perjanjian nuklir inrternasional itu.(PH)