Corona; Virus yang Terinfeksi Tendensi Politik
-
Virus Corona
Sekarang, setelah beberapa bulan lewat, dunia telah dihadapkan dengan fenomena baru penyakit menular yang disebut virus Corona.
Wabah virus Corona dimulai pada Desember 2019 di Wuhan, provinsi Hubei di Cina timur.
Sesuai dengan laporan-laporan yang telah dipublikasikan hingga Selasa, 25 Februari, lebih dari 80.000 orang di seluruh dunia telah terinfeksi dan 2.700 meninggal akibat virus "Covid-19", atau virus Corona.
Virus ini sekarang telah menyebar ke setidaknya 38 negara lain di samping 30 provinsi di Cina, dan kasus ini telah diidentifikasi di Iran.
Menurut Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Medis Iran, jumlah kematian akibat virus Corona telah meningkat menjadi 15 di Iran, dan 95 orang di Iran pasti telah terinfeksi virus Corona.
Banyak negara di sekitar Iran, bahkan di Eropa dan AS, telah berusaha untuk menutupi data mereka yang terinfeksi virus ini dalam beberapa hari terakhir, tetapi sekarang dan setelah Iran memberikan informasi tentang penularan virus ke negara itu, beberapa telah memberikan alamat yang salah dan menyembunyikan kelemahan mereka dengan menutup perbatasannya dengan Iran. Ini dilakukan mereka dengan tujuan Iranphobia.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang tidak melewatkan kesempatan untuk menuduh Iran, dalam sebuah pernyataan yang tidak berdasar pada hari Selasa, 25 Februari, mengatakan, Washington "sangat prihatin" bahwa Iran telah menyembunyikan rincian wabah virus Corona.
Para oportunis ini telah menunjukkan bahwa menuduh Iran sebagai pembalikan fakta.
Virus Corona telah menyebar ke 38 negara, termasuk beberapa di sekitar Iran, beberapa di antaranya berbatasan dengan Cina. Tidak ada keraguan bahwa jumlah negara yang terkena virus Corona lebih dari yang secara resmi dinyatakan karena kurangnya diagnosis yang tepat atau karena status quo. Beberapa sumber mengindikasikan bahwa Amerika Serikat juga salah satu negara yang menahan diri untuk tidak mengumumkan mereka yang terinfeksi virus ini secara resmi.
Surat kabar "Rakyat" Cina dalam hal ini menulis, sumber-sumber mengutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat menyatakan, di Amerika Serikat hampir 1.000 orang terinfeksi virus ini, tetapi informasi ini tidak dibolehkan disebarkan.
Presiden Iran Hassan Rouhani hari Selasa, 25 Februari, di pertemuan di Markas Besar Melawan Corona bahwa semua berita dan informasi harus diberitahukan kepada orang-orang, dengan menambahkan, "Salah satu rencana dan plot musuh adalah untuk menyebarkan ketakutan masif di tengah masyarakat dan mengisolasi Iran."
Menurut sebuah laporan yang dirilis Selasa, 25 Februari, oleh Menteri Kesehatan, hasil dari upaya sedang dilakukan untuk mengendalikan virus dan bagaimana pasien di banyak kota berkurang secara drastis, sementara terjadi peningkatan pada mereka yang telah keluar dari rumah sakit setelah tes yang dilakukan terhadap mereka sebelumnya adalah positif dan telah melewati masa pengobatan.
Setelah diagnosis pasti virus, pejabat kesehatan di Republik Islam Iran, berkoordinasi dengan lembaga lain, telah melakukan segala upaya untuk menahan dan mencegah penyebaran virus meskipun ada sanksi AS.
Fasilitas kesehatan dan perawatan Iran mampu mengendalikan penyakit tidak hanya dalam menghadapi virus tetapi juga beberapa bulan lalu, ketika itu virus infulenza tipe-B mengancam masyarakat.
Tedros Adhanom, Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia menilai Republik Islam Iran adalah pelopor di bidang kesehatan di wilayah Mediterania timur dan telah mengatakan bahwa Iran telah mengendalikan kematian anak, wanita dan penyakit menular dengan meningkatkan layanan kesehatan.
Sekarang, kapasitas medis dan pengobatan Iran mampu mengendalikan virus dalam waktu sesingkat mungkin. Iran, yang telah berada dalam masa paling sulit, pemenang akhir dan puncak peristiwa besar, juga akan muncul sebagai pemenang dari ujian penobatan perang melawan virus Corona.