IAEA Terbitkan Laporan Baru tentang Kegiatan Nuklir Iran
-
Kazem Gharibabadi.
Duta Besar Iran untuk Organisasi-organisasi Internasional di Wina, mengatakan laporan baru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai kesepakatan nuklir JCPOA merupakan indikasi dari berlanjutnya kegiatan verifikasi atas program nuklir Tehran.
Kazem Gharibabadi, seperti dikutip IRNA, Jumat (5/6/2020) malam, menuturkan laporan IAEA juga menggambarkan tindakan Iran dalam menjalankan keputusannya terkait penangguhan pelaksanaan JCPOA.
"Laporan itu menyinggung perkembangan teknis nuklir termasuk peningkatan produksi air berat Iran dari 130 ton ke angka 132,6 ton, pengayaan uranium dengan mesin-mesin baru, termasuk mesin IR 4, IR 5, IR 6, IRS, IRS 6, dan IR 2 M di jalur penelitian dan pengembangan," jelasnya.
"IAEA dalam laporannya menekankan kelanjutan kegiatan verifikasi dan pengawasan serta kerja sama yang tepat dari pihak Iran di bidang ini. Laporan ini juga memperlihatkan kelanjutan implementasi sukarela Protokol Tambahan oleh Iran," ujar Gharibabadi.
Menurutnya, ini membuktikan fakta bahwa IAEA telah memverifikasi dan memantau komitmen nuklir Iran di bawah JCPOA.
JCPOA ditandatangani pada 2015 antara Iran dan kelompok 5+1. Tehran menerima pembatasan program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi PBB.
Namun, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya keluar dari JCPOA pada Mei 2018 dan menjatuhkan sanksi yang paling keras terhadap Iran yang bertentangan dengan hukum internasional.
Pemerintah Iran berulang kali mengumumkan bahwa pihaknya siap untuk memenuhi kembali komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir jika sanksi-sanksi dicabut dan dapat memperoleh manfaat dari JCPOA. (RM)