Sekedar Klaim Musuh, Iran tidak akan Buka Wilayahnya bagi IAEA
-
Kazem Gharib-Abadi
Wakil tetap Republik Islam Iran di organisasi internasional di Wina seraya mengingatkan tidak terbatasnya komitmen berbagai negara di bidang safeguard Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menekankan, Iran tidak akan membuka wilayahnya bagi IAEA hanya dengan berdasarkan klaim musuh.
Dirjen IAEA Rafael Grossi baru-baru ini menggulirkan klaim anti Iran dan mengklaim Tehran menolak memberi akses ke dua situs nuklirnya.
Kazem Gharib-Abadi Kamis (18/6/2020) di sidang periodik Dewan Gubernur IAEA dengan tema mengkaji laporan dirjen IAEA terkait kesepakatan safeguard Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) Iran yang digelar melalui video konferensi menjelaskan, Iran mengakui hak IAEA untuk menggulirkan pertanyaan sah, permintaan transparansi atau permintaan akses berdasarkan misinya dan di sisi lain, Tehran menekankan haknya sebagai sebuah negara anggota untuk meminta alasan kuat dan alasan pendukung dari IAEA.
“Setiap data yang diklaim diraih melalui operasi rahasia atau aksi intelijen serta setiap pemanfaatan berikutnya data ini sebagai landasan untuk sebuah permintaan tidak selaras dengan statuta IAEA. Dengan demikian data seperti ini tidak memiliki posisi di setiap aktivitas verifikasi dan wajar jika hal ini tidak membuat Iran harus menunjukkan komitmennya,” papar Gharib-Abadi.
Wakil Iran ini seraya menekankan implementasi proses verifikasi membutuhkan kerja sama dengan niat baik kedua pihak mengatakan, Iran benar-benar meminta sekretariat dan anggota badan ini bijaksana dan cerdas dalam menyikapi masalah ini serta tidak tergesa-gesa bertindak serta membuat kesimpulan.
Seraya menjelaskan bahwa Iran sendiri selama tahun 2019 dengan 432 inspeksi tercatat menerima lebih dari 20 persen total inspeksi IAEA di seluruh dunia, Gharib-Abadi mengingatkan, segala bentuk pendekatan politik atau keputusan melalui penyalahgunaan IAEA pastinya akan melemahkan level kerja sama Iran-IAEA saat ini dan tanggung jawab serta dampaknya berada di pundak sponsor masalah ini. (MF)