Iran Memperingatkan AS Soal Perpanjangan Embargo Senjata
https://parstoday.ir/id/news/iran-i82659-iran_memperingatkan_as_soal_perpanjangan_embargo_senjata
Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht-Ravanchi mengatakan butir-butir rancangan resolusi yang diajukan AS untuk memperpanjang embargo senjata Iran, bertentangan dengan resolusi 2231 dan sebuah kesalahan fatal bagi Dewan Keamanan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 26, 2020 05:26 Asia/Jakarta
  • Majid Takht-Ravanchi.
    Majid Takht-Ravanchi.

Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht-Ravanchi mengatakan butir-butir rancangan resolusi yang diajukan AS untuk memperpanjang embargo senjata Iran, bertentangan dengan resolusi 2231 dan sebuah kesalahan fatal bagi Dewan Keamanan.

“Rancangan resolusi tersebut harus ditolak,” ujarnya dalam sebuah pernyataan pada Kamis (25/6/2020) malam seperti dikutip IRNA.

Takht-Ravanchi memperingatkan AS tentang rencananya mengaktifkan mekanisme snapback (sanksi kembali secara otomatis) dan mengatakan, Washington penting untuk mengetahui implikasi dari tindakan itu dan dampak yang ditimbulkan pasca berakhirnya masa berlaku perjanjian nuklir JCPOA.

“Rusia dan Cina sebagai dua negara anggota JCPOA dan punya vak veto di Dewan Keamanan, sudah menyatakan dengan tegas dukungannya terhadap JCPOA, pelaksanaan penuh perjanjian ini, dan resolusi 2231,” ungkapnya.

Dia mengingatkan bahwa tindakan AS pada dasarnya akan membawa dampak bagi hukum internasional dan kerja sama dengan Dewan Keamanan di masa depan.

Wakil Khusus AS untuk Urusan Iran, Brian Hook dan Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft pada Rabu lalu, melakukan lobi dengan para anggota Dewan Keamanan mengenai rancangan resolusi untuk memperpanjang embargo senjata Iran.

AS sedang berusaha mencegah penghapusan embargo senjata terhadap Iran, yang akan berakhir pada 18 Oktober 2020 berdasarkan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.

Brian Hook mengatakan embargo senjata terhadap Iran sudah dipertahankan sejak 2007 dan Dewan Keamanan harus satu suara dalam merespons "kekhawatiran" mengenai pengiriman senjata oleh Iran.

Namun, para pakar dan analis menjelaskan peluang Washington untuk berhasil dalam kasus ini sangat kecil. Menurut majalah Foreign Policy, draft resolusi yang diajukan AS kecil kemungkinan akan diterima oleh 15 anggota Dewan Keamanan PBB.

Sebuah draft resolusi dapat diratifikasi dengan dukungan minimal sembilan suara dan tidak ada veto dari lima anggota tetap Dewan Keamanan yaitu Amerika, Rusia, Cina, Inggris, atau Prancis. (RM)