Iran Aktualita 15 Agustus 2020
-
Dewan Keamanan PBB
Dinamika Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya kegagalan AS meloloskan resolusi perpanjangan embargo senjata terhadap Iran di Dewan Keamanan PBB.
Selain itu, kesiapan Iran membantu rekonstruksi Beirut, sikap pemerintah Iran terhadap dimulainya hubungan diplomatik antara rezim Zionis dan Uni Emirat Arab, pengadilan Iran mulai berkas tuntutan hokum terhadap Brian Hook setelah mundur dari jabatannya, sebanyak 70 persen peralatan minyak Iran dipasok dari dalam negeri, dan film Iran menyabet dokumenter terbaik di Festival Film Yunani.
AS Gagal Loloaskan Rancangan Resolusi Embargo Anti-Iran
Langkah Amerika Serikat untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Republik Islam Iran di Dewan Keamanan PBB mengalami kegagalan total.
Resolusi usulan Amerika untuk memperpanjang sanksi senjata terhadap Iran akhirnya gagal diratifikasi di Dewan Keamanan dengan 11 suara abstain, dua setuju dan dua menolak.
Amerika Serikat dan Republik Dominika memberi suara setuju draf resolusi ini, sedangkan Cina dan Rusia menolaknya, serta sisa anggota lainnya abstein. Dengan demikian sanksi senjata terhadap Iran akan berakhir Oktober 2020 sesuai dengan kesepakatan nuklir JCPOA.
Mayoritas anggota Dewan Keamanan menentang perpanjangan sanksi senjata terhadap Iran, karena mereka menilai hal ini sebagai serangan terakhir terhadap JCPOA.
Wakil Tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai keputusan Dewan Keamanan PBB menolak rancangan resolusi usulan Amerika untuk memperpanjang sanksi senjata terhadap Iran sebagai keterkucilan Washington di tingkat internasional.
Majid Takh-e Ravanchi Sabtu (15/8/2020) menjelaskan bahwa Amerika mengklaim jika resolusi ini gagal maka mereka akan memanfaatkan mekanisme penyelesaian sengketa berdasarkan resolusi 2231 Dewan Keamanan. Menurut Ravanchi, hasil voting Dewan Keamanan menolak resolusi usulan AS memperpanjang embargo senjata terhadap Iran mengindikasikan lemahnya klaim Washington terkait mekanisme penyelesaian sengketa.
Zarif: Iran Siap Bantu Rekonstruksi Beirut
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Iran siap membantu rekonstruksi Lebanon, termasuk bantuan kemanusiaan dan menyiapkan penyediaan infrastruktur listrik setelah terjadi ledakan besar di pelabuhan Beirut belum lama ini.
Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bertemu dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Charbel Wehbe untuk membahas perkembangan kerja sama bilateral, dan urgensi menjaga persatuan nasional untuk mengatasi masalah saat ini.
Setelah bertemu dengan sejawatnya dari Lebanon, Zarif mengatakan, "Iran sekali lagi mengungkapkan solidaritasnya kepada Lebanon dan menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya tragedi Beirut ini,".
Menlu Iran juga menegaskan bahwa rakyat dan pemerintah Lebanon berhak untuk membuat keputusan penting tanpa intervensi pihak asing.
"Sebagaimana keberhasilan Lebanon mengalahkan musuh Zionis, Lebanon kali ini akan muncul kembali sebagai pemenang menghadapi krisis yang menimpa," tegas Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif tiba di Beirut pada Kamis malam untuk bertemu dengan para pejabat Lebanon.
Iran: Hubungan Diplomatik Abu Dhabi dan Tel Aviv, Kesalahan Strategis Fatal !
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut hubungan diplomatik yang terjalin antara Uni Emirat Arab dan Rezim Zionis sebagai kebodohan strategis, yang berdampak akan memperkuat poros perlawanan di kawasan.
Rezim Zionis Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) memulai normalisasi hubungan diplomatik sebagai bagian dari upaya Presiden AS, Donald Trump mengimplementasikan Kesepakatan Abad yang menargetkan pengakuan terhadap eksistensi Israel oleh negara-negara Arab dan Muslim.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan hari Jumat mengatakan bangsa Palestina yang tertindas dan semua negara merdeka di dunia tidak akan pernah mengizinkan normalisasi hubungan dengan rezim penjajah dan agresor Israel.
"Tidak diragukan lagi, tumpahnya darah secara lalim selama tujuh dekade perlawanan untuk membebaskan tanah Palestina dan kiblat pertama umat Islam, cepat atau lambat akan menimpa para pengkhianat perjuangan Palestina," kata kemenlu Iran hari Jumat.
"Iran memandang upaya memalukan Abu Dhabi untuk menjalin normalisasi hubungan dengan rezim Zionis yang ilegal dan tidak manusiawi sebagai langkah berbahaya," tegasnya.
Kemenlu Iran juga memperingatkan setiap campur tangan rezim Zionis dalam perimbangan kekuatan di kawasan Teluk Persia akan berdampak terhadap negara-negara pendukungnya, termasuk UEA.
Kementerian Luar Negeri Iran mengingatkan bahwa sejarah telah menunjukkan bagaimana kesalahan strategis rezim Zionis, dan kini pisau belati ini ditusukkan oleh UEA kepada Palestina dan semua Muslim, tapi langkah mereka akan dihadapi poros perlawanan.
Namaki: Vaksin Corona Iran Lolos Tes Manusia, Masuki Uji Klinis
Menteri Kesehatan Iran mengatakan, vaksin Virus Corona negara ini sudah melewati tahap uji coba pada manusia, dan segera memasuki tahap uji klinis.
Saeed Namaki, Rabu (12/8/2020) dalam jumpa pers terkait produksi vaksin Corona di Iran menuturkan, perusahaan-perusahaan berbasis sains Iran, dalam memproduksi vaksin Corona, pada beberapa kasus bisa dikatakan sudah melewati fase uji coba manusia.
Ia menambahkan, pertanyaan kapan vaksin Corona buatan Iran atau negara dunia lain akan mulai dipasarkan atau seberapa lama bisa melindungi manusia, sampai saat ini masih diragukan.
Menkes Iran menjelaskan, Republik Islam Iran juga berpartisipasi dalam Majelis Kesehatan Dunia supaya ketika vaksin Corona mulai dipasarkan di salah satu negara dunia, ia bisa membeli untuk warganya.
"Data Corona di Iran merupakan salah satu yang paling akurat, dan rasional," pungkasnya.
Swasembada Militer, Iran Produksi Tank dan Kendaraan Berat
Wakil Komandan Angkatan Darat Republik Islam Iran mengumumkan kemandirian angkatan darat di bidang produksi tank dan kendaraan berat yang dibutuhkan di bidang pertahanan.
Brigjen Nozar Nemati hari Selasa (11/8/2020) mengatakan bahwa produksi tank dan kendaraan berat dikerjakan oleh para ahli lokal yang berhasil mematahkan monopoli produk ini.
"Para tenaga ahli muda Iran berhasil melawan sanksi ilegal di bidang peralatan darat dan militer nasional," ujar Brigjen Nemati.
"Para tenaga ahli muda Iran telah mengubah sanksi musuh menjadi peluang bagi negara dan telah mampu mandiri di bidang kendaraan militer, termasuk tank," tegasnya.
Brian Hook Mundur, Pengadilan Iran Mulai Berkas Tuntutan Hukum
Deputi Internasional Mahkamah Agung Iran, Ali Bagheri mengatakan bahwa pencopotan Brian Hook dari jabatan utusan Khusus AS urusan Iran sebagai kesempatan baik untuk mengadili tindakan konfrontatifnya terhadap kepentingan nasional Republik Islam.
Menyikapi pengunduran diri Brian Hook dari jabatannya sebagai utusan khusus AS urusan Iran, Ali Bagheri mengatakan," Brian Hook tidak perlu khawatir akan menganggur, karena kesibukan baru justru akan dimulai dengan pengadilan Republik Islam Iran,".
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa Elliott Abrams yang sebelumnya menjabat sebagai utusan AS urusan Venezuela akan menempati posisi sementara Brian Hook.
Sementara itu, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Venezuela, Hojjatollah Soltani dalam pesan Twitternya hari Minggu mengatakan bahwa penunjukan Abrams sebagai pengganti Hook menunjukkan kebingungan Gedung Putih dalam menjalankan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran yang selama ini gagal.
Zanganeh: 70 Persen Peralatan Minyak Iran Dipasok dari Dalam Negeri
Menteri Perminyakan Iran mengatakan lebih dari 70 persem peralatan yang dibutuhkan oleh industri minyak Iran dipasok di dalam negeri."
Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh dalam acara "pemberian sertifikat kualitas produk barang dan peralatan industri minyak kepada Badan Sertifikasi Mutu Asosiasi Minyak Iran" di Tehran hari Senin mengatakan, "Penerbitan sertifikat kualitas untuk peralatan yang diproduksi di industri minyak merupakan langkah penting Nasional dan mendukung produksi dalam negeri dengan standar internasional."
Namdar Zanganeh menjelaskan bahwa salah satu pilar penting untuk mendukung manufaktur dalam negeri adalah dengan menciptakan sebuah institusi untuk kualitas ekspor.
Film Iran Sabet Dokumenter Terbaik di Festival Film Yunani
Festival Dokumenter Internasional Ierapetra di Yunani menganugerahi Penghargaan Dokumenter Terbaik untuk film Iran "Kiarostami and His Missing Cane".
Film Iran "Kiarostami and His Missing Cane" karya Mahmoudreza Sani bersaing dalam Festival Dokumenter Internasional Ke-7 Ierapetra di Yunani dan memenangkan penghargaan untuk dokumenter terbaik.
“Kiarostami and His Missing Cane” adalah narasi baru dari sudut pandang Abbas Kiarostami tentang kehidupan, visi dan pandangannya yang coba digambarkan oleh sutradara Mahmoudreza Sani selama empat tahun lokakarya sinematik yang diadakan oleh Kiarostami di seluruh dunia. Film ini juga menampilkan kegelisahan Kiarostami untuk masa depan sinema.
Penyebaran wabah virus Corona di dunia menyebabkan Festival Film Dokumenter Internasional Ierapetra menayangkan total film terpilih melalui saluran situs festival, dan 173 film Yunani dan asing ditonton secara online oleh pengguna dan penonton dari acara film tersebut.
Sebelumnya, film ini memenangkan penghargaan untuk film dokumenter terbaik di Festival Film Independen Salto ke-4 di Uruguay pada tahun 2019.(PH)