Tantangan Penanganan Virus Corona di Iran
-
Ilustrasi penanganan wabah virus Corona.
Gubernur Bank Sentral Iran (CBI), Abdolnasser Hemmati meminta Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan pinjaman darurat kepada Iran untuk memerangi wabah virus Corona.
"IMF diharapkan segera menanggapi permintaan Iran tanpa diskriminasi dan tanpa dipengaruhi oleh lobi politik atau tekanan dari negara lain termasuk Amerika Serikat," kata Hemmati saat berpidato di depan gubernur bank sentral negara-negara anggota Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) melalui konferensi video, Rabu (21/10/2020).
"Iran mampu mengambil tindakan yang tepat dalam memerangi virus Corona dengan mengandalkan sumber keuangan yang sah, tetapi sanksi ilegal AS telah menghalangi akses Iran ke sumber pendapatan devisanya di luar negeri,” tambahnya.
Iran telah mengajukan pinjaman kepada IMF untuk mengatasi wabah virus Corona, tetapi hal ini ditentang oleh AS dan nama Iran akhirnya dihapus dari daftar calon penerima pinjaman. Delapan bulan setelah mewabahnya virus Corona, IMF belum memberikan respons positif kepada Iran.
AS mengintensifkan sanksi ekonomi terhadap rakyat Iran di tengah perjuangan berat melawan wabah Covid-19, dan bahkan mencegah impor obat-obatan dan pencairan pendapatan devisa Iran di beberapa negara.
Aksi AS ini merupakan bentuk lain dari pendekatan buruk unilateralisme yang secara langsung menargetkan kehidupan dan kesehatan rakyat Iran. Tindakan AS adalah pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia.
Publik dunia berharap lembaga-lembaga internasional yang berpengaruh dapat memainkan peran independen. Pada titik kritis dalam perang melawan wabah Covid-19, unilateralisme AS telah merusak kedudukan dan fungsi IMF.
IMF memiliki tiga tugas pokok: pertama, memantau perkembangan keuangan dan ekonomi dari 189 negara anggotanya. Kedua, memberi masukan kepada negara-negara anggota, dan ketiga, memberikan pinjaman dan bantuan jangka pendek kepada negara-negara yang mengalami kesulitan finansial.
Ketika virus Corona terus menyerang dunia, maka kerja sama kolektif dan bantuan keuangan darurat sangat penting untuk menjamin kesuksesan dalam mengalahkan virus ini, dan sanksi tidak boleh memengaruhi kegiatan perdagangan yang terkait dengan kemanusiaan.
Kegiatan penanganan wabah Covid-19 telah membebani anggaran negara-negara, dan sumber pendanaan baru diperlukan untuk melawan virus mematikan ini. Di sini IMF harus melaksanakan tugas ketiganya yaitu mengucurkan pinjaman kepada anggota yang sedang berjuang mengalahkan Corona.
Terlepas dari sikap IMF yang berada di bawah tekanan AS, komunitas ilmiah Iran dan perusahaan berbasis sains berhasil memproduksi perlengkapan medis untuk melawan virus Corona, termasuk alat tes Covid-19, ventilator, dan lain-lain.
Iran, salah satu anggota pendiri IMF, berada di garis depan perang melawan virus Corona bersama dengan komunitas internasional lainnya. Bantuan dan kerja sama IMF akan memengaruhi kualitas perjuangan ini, dan sebagai hasilnya, perang global melawan Covid-19 akan menjadi lebih efektif.
Seperti yang ditekankan oleh Gubernur Bank Sentral Iran kepada direktur IMF, wabah Corona adalah sebuah krisis global dan kebutuhan akan kerja sama global tidak pernah begitu mendesak, tidak ada negara yang aman dari krisis ini kecuali semua negara sudah terbebas darinya. (RM)