Media Rusia: Kemampuan Militer Iran Mimpi Buruk Kapal Perang AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i184798-media_rusia_kemampuan_militer_iran_mimpi_buruk_kapal_perang_as
Pars Today - Sebuah media Rusia menulis, "Kemampuan militer Republik Islam Iran telah menjadi mimpi buruk bagi kapal-kapal perang Amerika.
(last modified 2026-01-31T04:02:30+00:00 )
Jan 31, 2026 11:01 Asia/Jakarta
  • Rudal Iran
    Rudal Iran

Pars Today - Sebuah media Rusia menulis, "Kemampuan militer Republik Islam Iran telah menjadi mimpi buruk bagi kapal-kapal perang Amerika.

Surat kabar Rusia Rossiyskaya Gazeta menulis pada hari Jumat (30/01/2026) dalam sebuah laporan yang merujuk pada perkembangan di kawasan dan ancaman AS terhadap Iran, "Selain rudal balistik, Iran memiliki drone, rudal anti-kapal, dan kapal torpedo, yang dapat menjadi mimpi buruk nyata bagi kapal-kapal Amerika di perairan Teluk Persia."

Laporan harian Rusia yang ditulis oleh Eksim Makarychev menyebutkan, Para ahli militer memperkirakan bahwa Iran memiliki sejumlah besar rudal balistik jarak menengah dan bahwa rudal Iran dapat menjangkau seluruh Asia Barat dan menghantam rezim Israel.

Menurut analis Rusia ini, Iran memiliki rudal yang mampu menargetkan pangkalan militer Amerika di Teluk Persia dan kapal-kapal di Selat Hormuz.

Diplomat Rusia: Iran Lebih Siap Menghadapi Ancaman Saat Ini

Sementara itu, Vasily Nebenzya, perwakilan tetap Rusia untuk PBB, mengatakan pada hari Jumat (30/01) dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Russia 24, "Iran lebih siap menghadapi ancaman saat ini."

Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan, ketika Presiden AS Donald Trump terus membuat pernyataan yang mengancam tentang kemungkinan serangan terhadap Iran, "Jelas bahwa kapasitas untuk negosiasi tentang Iran sama sekali belum berakhir, dan oleh karena itu, kita harus fokus pertama dan terutama pada penggunaan alat-alat diplomatik."

Juru bicara Kremlin menekankan, "Kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran akan memiliki konsekuensi yang sangat berbahaya dalam hal destabilisasi sistem keamanan di seluruh wilayah."(sl)