Velayati: Skandal Epstein Tandai Keruntuhan Peradaban Barat
https://parstoday.ir/id/news/world-i185954-velayati_skandal_epstein_tandai_keruntuhan_peradaban_barat
ParsToday – Penelusuran kasus politisi Amerika dan sekutu Barat mereka dalam skandal Epstein telah menyebabkan aib besar Barat di semua bidang yang mereka klaim, kata penasihat pemimpin Revolusi Islam untuk urusan internasional.
(last modified 2026-02-23T09:56:34+00:00 )
Feb 23, 2026 18:17 Asia/Jakarta
  • Ali Akbar Velayati, Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran
    Ali Akbar Velayati, Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran

ParsToday – Penelusuran kasus politisi Amerika dan sekutu Barat mereka dalam skandal Epstein telah menyebabkan aib besar Barat di semua bidang yang mereka klaim, kata penasihat pemimpin Revolusi Islam untuk urusan internasional.

Ali Akbar Velayati dalam artikelnya tentang kemunduran peradaban Barat seiring kebangkitan kembali peradaban Islam-Iran menyebut skandal Epstein sebagai akhir dari peradaban palsu Barat.

Menelusuri sejarah beberapa abad terakhir menunjukkan peradaban Barat, terlepas dari klaim hak asasi manusia dan moral yang hampa, selalu didasarkan pada kekerasan, eksploitasi, dan perang. Dari pembagian dunia oleh penjajah dengan mediasi Paus, hingga perang dunia dengan jutaan korban, genosida Bosnia dengan dukungan diam-diam Eropa, hingga pembantaian warga sipil di Gaza, semua membentuk rantai kejahatan berkelanjutan yang kini berlanjut dengan perang Ukraina.

Velayati membandingkan peradaban Timur dan Barat dengan contoh Iran. Peradaban Islam-Iran dengan sejarah panjang dalam perdamaian dan keadilan, sejak era Cyrus, pendiri Kekaisaran Akhemeniyah, hanya mengangkat senjata untuk membela diri dan selalu menjadi pendukung koeksistensi damai antar bangsa.

Dengan munculnya Revolusi Islam di Iran, proses rekonstruksi dan kebangkitan peradaban Islam dimulai. Kini, ketika aib moral dan politik Barat, dari skandal Epstein hingga dukungan terbuka untuk genosida di Gaza, telah menyadarkan opini publik dunia, saatnya posisi sebenarnya peradaban didefinisikan ulang. Dunia harus tahu bahwa masa depan milik peradaban yang mewujudkan keadilan, perdamaian, dan martabat manusia, bukan sekadar slogan.

Araghchi Jawab "Rasa Ingin Tahu" Trump: Kami Tak Menyerah karena Kami Iran

Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi di akun X merespons rasa ingin tahu presiden AS tentang ketidakmauan Iran menyerah. Ia menulis, "Penasaran kenapa kami tak menyerah? Karena kami 'orang Iran'."

Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmuş

Ketua Parlemen Turki: Era Hegemoni AS Telah Berakhir

Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmuş menyatakan sistem internasional pasca-Perang Dingin tak bisa berlanjut seperti sekarang. Era hegemoni AS praktis telah berakhir. Setiap potensi serangan AS terhadap Iran bisa berubah jadi perang panjang yang tak terkendali.

Greenland Tolak "Kapal Penyelamat" Trump

Menyusul pernyataan Donald Trump tentang pengiriman kapal rumah sakit ke Greenland, otoritas setempat menyatakan tak butuh bantuan medis negara lain. Perdana Menteri Greenland Múte Bourup Egede mengunggah di media sosial menanggapi rencana pengiriman kapal rumah sakit oleh Trump, "Tidak, terima kasih".

Warga Greenland menolak kapal penyelamat Trump

Jenderal Mesir: Pernyataan Dubes AS Rasis dan Berbahaya

Jenderal Mesir Samir Farag menyebut pernyataan Dubes AS di Tel Aviv, Mike Huckabee, tentang "Israel Raya" dari Nil hingga Efrat sebagai "rasis, ekspansionis, dan tak bisa diterima." Dampaknya tak terbatas pada keamanan Mesir, tapi meluas ke seluruh keamanan nasional Arab, terutama Arab Saudi, yang menurut klaim Huckabee akan kehilangan sepertiga wilayahnya.(sl)