Iran Aktualita, 7 November 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i86992-iran_aktualita_7_november_2020
Perkembangan di Republik Islam Iran pekan ini diwarnai sejumlah isu penting seperti pidato Rahbar bertepatan dengan wiladah Rasulullah Saw.
(last modified 2026-03-05T04:17:08+00:00 )
Nov 07, 2020 10:17 Asia/Jakarta
  • Rahbar, Ayatullah Khamenei
    Rahbar, Ayatullah Khamenei

Perkembangan di Republik Islam Iran pekan ini diwarnai sejumlah isu penting seperti pidato Rahbar bertepatan dengan wiladah Rasulullah Saw.

Selain itu, masih ada isu penting lainnya seperti Deklarasi Konferensi Internasional Persatuan Islam di Tehran, safari Menlu Mohammad Zarif ke tiga negara Amerika Latin, Venezuela, Kuba dan Bolivia. Stateman presiden Iran mengenai pemerintahan AS mendatang.

Dua Isu Sentral Pidato Rahbar di Acara Maulid Nabi

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei dalam pidato memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw dan kelahiran Imam Ja'far Shadiq hari Selasa (3/11/2020) menegaskan dua isu sentral mengenai urgensi persatuan Islam dan kebijakan rasional resistensi melawan hegemoni AS.

Ayatullah Khamenei

Rahbar menjelaskan pentingnya persatuan di dunia Islam dalam kondisi global yang sensitif saat ini. Beliau juga menyinggung motif di balik layar penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw yang dilakukan media Prancis yang didukung Presidennya, Emannuel Macron, dengan mengatakan, "Dukungan getir dan buruk dari pemerintah Prancis dan beberapa negara lain terhadap tindakan penghinaan [kepada Nabi Muhammad Saw] ini menunjukkan adanya plot yang terorganisir di balik tindakan tersebut, sebagaimana terjadi di masa lalu,".

Ayatullah Khamenei menyebut pembelaan presiden dan pemerintah Prancis terhadap barbarisme budaya dan tindakan kriminal karikaturis, sebagai satu sisi gambar dari mata uang dengan sisi lainnya mendukung rezim despotik Saddam dahulu.

Poin penting lainnya dalam pidato Rahbar kemarin mengenai identifikasi karakter asli rezim arogan global, terutama Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, Amerika Serikat berusaha untuk mendominasi dunia dengan menggunakan segala cara yang dimilikinya, bahkan melakukan hegemoni dan monopoli di bidang sains dan teknologi.

Faktanya, Amerika Serikat untuk pertama kalinya menggunakan sains untuk menghancurkan dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki dengan senjata nuklir. AS memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan hegemoninya. Tidak hanya itu, Amerika Serikat juga meluncurkan perang pre-emptive yang terjadi setelah peristiwa 11 September 2001.

Sebagian dari rekam jejak kelam AS ini mengindikasikan signifikansi pernyataan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengenai urgensi perlawanan terhadap hegemoni AS di tingkat global, dan pemanfaatan potensi besar dunia Islam untuk melawannya demi kebaikan bersama umat manusia.

Rahbar dalam pidatonya menyinggung urgensi persatuan Islam dalam kondisi getir dunia Islam dewasa ini, seperti perang lima tahun di Yaman dan pemboman brutal terhadap rakyatnya oleh Arab Saudi, maupun penghinaan beberapa rezim yang mempermalukan Umat Islam dengan mengabaikan masalah Palestina. Ayatullah Khamenei menekankan bahwa persoalan yang menimpa bangsa dan negara Muslim dari Kashmir hingga Libya akan bisa diselesaikan dengan persatuan Islam.

Ayatullah Khamenei menyebut faktor utama permusuhan Amerika Serikat terhadap Republik Islam disebabkan karena bangsa Iran tidak mau menerima dikte AS yang menindas dan menolak mengakui dominasi mereka. Ayatullah Khamenei menegaskan, "Permusuhan ini akan terus berlanjut dan satu-satunya cara untuk menyelesaikannya dengan membuat musuh putus asa, sehingga mereka tidak lagi melanjutkan serangan terhadap rakyat dan pemerintah Iran,".

Pernyataan Rahbar mengingatkan pada pelajaran sejarah dan fakta bahwa perilaku AS tidak berubah dari dulu hingga sekarang. Itulah sebabnya Ayatullah Khamenei memandang transisi kekuasaan di AS tidak akan mengubah kebijakan Iran. Di sisi lain, fenomena pilpres AS dalam pandangan Rahbar sebagai cermin dari wajah buruk demokrasi liberal di negara ini. Ayatullah Khamenei menekankan, "Terlepas dari siapa yang akan berkuasa di Amerika Serikat, situasi saat ini menunjukkan degradasi moral hingga sosial yang parah di Amerika Serikat. Pada akhirnya, berlanjutnya kondisi demikian akan mengarah pada kepunahan dan kehancuran,".

Pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran yang membahas berbagai dimensi menekankan masalah strategis yang ditekankan berulangkali sebelumnya. Sebuah kunci yang terus ditegaskan Rahbar sebagai pengingat bahwa permusuhan Washington terhadap Tehran disebabkan karena bangsa Iran tidak mau menerima kebijakan opresif AS, dan satu-satunya opsi dengan melanjutkan perlawanan hingga musuh putus asa. Dalam konteks global, umat Islam harus kuat dan memperkuat semua sarana yang dibutuhkan dalam melawan hegemoni Barat.

Deklarasi Konferensi Internasional Persatuan Islam di Tehran

Peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam menekankan perlunya membangun Organisasi Persatuan Islam demi mewujudkan umat yang satu dan peradaban baru Islam.

Hal itu disampaikan dalam deklarasi konferensi yang dikeluarkan pada Selasa (3/11/2020) malam di Tehran.

Konferensi Persatuan Islam ke-34

"Demi terwujudnya umat yang satu dan peradaban baru Islam, maka perlu dibentuk Organisasi Persatuan Islam karena badan ini mampu mengorganisir kerja sama dunia Islam dan sinergi bangsa-bangsa Muslim serta mencegah perpecahan dan agresi di dunia Islam," kata pernyataan tersebut.

Peserta konferensi menyatakan penyesalan dan kecaman terhadap perilaku beberapa pemimpin negara Muslim yang menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis dan mengabaikan perjuangan Palestina dan Quds.

"Palestina masih menjadi isu utama dunia Islam dan setiap upaya untuk mengabaikan atau mendistorsi dan berkompromi dalam hal ini seperti prakarsa Kesepakatan Abad, pasti akan gagal," tegasnya.

Peserta konferensi menyerukan kerja sama kaum Muslim untuk memberikan solusi dan tindakan segera dalam membela Palestina dan Masjid al-Aqsa serta dalam mendukung perlawanan Islam.

Mereka menyatakan bahwa pembebasan Palestina harus berjalan berbarengan dengan pembebasan penuh wilayah yang diduduki Zionis seperti Dataran Tinggi Golan Suriah, wilayah pertanian Shebaa di Lebanon Selatan, dan daerah pendudukan lainnya.

Peserta konferensi juga mengusulkan agar menteri kesehatan negara-negara Muslim melakukan pertemuan untuk membahas masalah penanganan wabah virus Corona. Mereka bisa saling memanfaatkan kapasitas untuk mencegah, mengobati, dan melawan segala penyakit menular di dunia, khususnya pandemi Covid-19.

Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-34 yang diselenggarakan secara virtual di Tehran, resmi ditutup pada Selasa kemarin.

Kunjungan Zarif; Iran-Kuba Siap Produksi Vaksin Corona Bersama

Presiden Kuba dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran menekankan sikap negaranya dalam melawan sanksi, dan aksi Amerika Serikat terhadap rakyat Iran, dan mengumumkan kesiapan untuk bekerjasama dengan Tehran dalam memproduksi Vaksin Corona.

Zarif-Maduro

Fars News (7/11/2020) melaporkan, Mohammad Javad Zarif, dalam lawatannya ke tiga negara Amerika Latin, setelah Venezuela, bertolak ke Kuba, dan bertemu dengan Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel melalui video conference.

Dalam pembicaraan itu, Presiden Kuba menekankan hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir damainya.

Di sisi lain, Menlu Iran menyampaikan terimakasih atas dukungan Kuba di Sidang Majelis Umum PBB, dan menekankan kembali undangan Presiden Hassan Rouhani kepada Presiden Kuba untuk datang ke Tehran.

Pada kesempatan itu juga dibicarakan hubungan politik dua negara, dan kapasitas perluasan kerja sama ekonomi Iran dan Kuba. Kedua negara juga mengumumkan kesiapan bekerjasama di bidang produksi vaksin, termasuk Vaksin Corona.

Tema energi, dan kerja sama minyak dua negara menjadi topik hangat dalam pembicaraan Menlu Iran dengan Presiden Kuba.

Di Kuba, Zarif sempat mengunjungi dua pusat riset medis, dan farmasi di kota Havana, dan melihat dari dekat kemajuan produksi berbagai jenis vaksin, termasuk vaksin Covid-19.

Rouhani: Pemerintah AS Berikutnya akan Menyerah Kepada Bangsa Iran

Presiden Republik Islam Iran menekankan bahwa hasil pemilihan umum presiden AS tidak penting bagi Iran seraya mengatakan, "Tidak diragukan lagi, pemerintahan AS berikutnya akan menyerah kepada bangsa Iran."

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani, pada hari Kamis (05/11/2020) di acara peresmian tahap pertama proyek nasional untuk mengalihkan air dari Teluk Persia ke daerah gurun Iran, mengacu pada penyelenggaraan pemilihan presiden AS, mengatakan, "Amerika tidak punya pilihan selain tunduk pada hukum, peraturan dan tekanan opini publik serta kesabaran dan perlawanan dari bangsa besar Iran."

Presiden RII Hassan Rouhani

"Dalam delapan bulan terakhir, rakyat Iran telah menanggung akibat corona dan menghadapi sanksi serta kesulitan, dan mampu menahan semua tekanan ini," ungkap Rouhani sambil menyebut tidak penting pemerintah AS dimiliki oleh siapa dan dari partai mana.

Presiden Republik Islam Iran menilai peresmian proyek-proyek nasional di negara itu sebagai salah satu alasan penting dan tanda keberhasilan rakyat Iran dan mengatakan bahwa bangsa Iran tidak akan berhenti dan tidak akan berlutut atau membungkuk di hadapan tekanan.

Tahap pertama proyek desalinasi air dan bagian pertama jalur transmisi air dari Teluk Persia ke Dataran Tinggi Tengah Iran (Bandar Abbas - Sirjan) diresmikan pagi ini.

Dengan dimulainya proyek ini, pada tahap pertama, 200.000 meter kubik air per hari untuk minum dan keperluan industri di provinsi Hormozgan dan Kerman akan didesalinasi.

Iran Sebut Amerika Sumber Masalah Dunia

Wakil Tetap Iran untuk Organisasi-organisasi Internasional di Wina, mengatakan Amerika Serikat adalah sumber dari banyak masalah di dunia modern.

Seperti dikutip IRNA, Selasa (3/11/2020), Kazem Gharib Abadi menuturkan saat ini di samping tantangan seperti ancaman perang, instabilitas, sanksi, dan terorisme, juga ada tantangan lain dengan nama Amerika yang bisa dianggap sebagai masalah besar.

"Amerika menjadi sumber dari banyak masalah di dunia saat ini," tambahnya.

Menurut Gharib Abadi, kredibilitas Amerika telah meredup tidak hanya di dunia Islam, tetapi juga di Eropa dan dunia Barat.

Sebelum ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pidatonya pada Selasa kemarin, mengatakan terlepas dari siapa yang akan berkuasa di AS, situasi saat ini menunjukkan degradasi dari moral hingga sosial yang parah di negara itu.

"Pada akhirnya berlanjutnya kondisi demikian akan mengarah pada kepunahan dan kehancuran," pungkasnya.