Jawaban Iran kepada Blinken: AS Pelanggar JCPOA dan Resolusi 2231
-
Menlu baru AS Antony Blinken
Juru bicara perwakilan Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat menjawab statemen pertama menlu baru Amerika mengatakan, Washington melanggar komitmennya di JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan.
Menlu baru AS, Antony Blinken Kamis (28/1/2021) di jumpa pers pertamanya sebagai menlu, menuding Iran melanggar kesepakatan nuklir JCPOA.
Alireza Miryousefi, jubir perwakilan Iran di PBB saat diwawancarai mingguan AS, Newsweek menjelaskan, Amerika bukan saja melanggar komitmennya di JCPOA, bahkan negara ini juga melanggar janjinya di resolusi 2231 Dewan Keamanan.
"Pemerintah Amerika saat ini seperti pemerintahan sebelumnya, juga melanggar komitmennya di JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan," papar Miryousefi.
Diplomat Iran ini lebih lanjut mengisyaratkan statemen Menlu Mohammad Javad Zarif dan Wakil tetap Iran di PBB, Majid Takht-e Ravanchi di mana keduanya mendorong pemerintahan Joe Biden untuk mengubah pendekatannya terhadap Iran.
"Aktivitas pengayaan uranium 20 persen Iran sesuai dengan pembatasan JCPOA, khususnya butir 36 yang mengijinkan Tehran menjalankan seluruh komitmen atau menghentikan sebagian dari komitmen JCPOAnya," tambah Miryousefi.
Ia menambahkan, Iran tidak melanggar JCPOA dan sekedar mengaktifkan butir 36 yang mengijinkan Tehran untuk mengambil langkah perbaikan jika pihak seberang tidak menjalankan komitmennya. (MF)