Menlu Malaysia dan Jepang Bertemu Bahas Kemitraan Strategis
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i131010-menlu_malaysia_dan_jepang_bertemu_bahas_kemitraan_strategis
Menteri Luar Negeri Malaysia Syaifuddin Abdullah bertemu Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi untuk membahas lebih jauh Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara yang sebelumnya telah disepakati.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 10, 2022 08:08 Asia/Jakarta
  • Menlu Malaysia dan Jepang Bertemu Bahas Kemitraan Strategis

Menteri Luar Negeri Malaysia Syaifuddin Abdullah bertemu Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi untuk membahas lebih jauh Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara yang sebelumnya telah disepakati.

Menlu Malaysia, Syarifuddin Abdullah di akun facebooknya hari Minggu (9/10/2022) mengatakan, "Saya menyambut rekan Jepang saya, Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi dan delegasinya ke Malaysia, sebuah langkah yang berarti bagi penguatan hubungan antara Malaysia dan Jepang,". 

Tahun 2022, Malaysia dan Jepang merayakan 65 tahun hubungan diplomatik serta 40 tahun Kebijakan Look East (DPT).

Syarifuddin mengatakan Malaysia menghargai dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh Jepang dalam upaya pembangunan di Malaysia.

"Menyusul pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Mei 2022, di mana kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral dari Kemitraan Strategis menjadi Kemitraan Strategi Komprehensif," ujar Menlu Malaysia.

"Kami sepakat untuk mengadakan pertemuan antara Kementerian Luar Negeri kedua negara untuk memperkuat kerja sama dalam konteks pembangunan regional dan internasional, termasuk di bidang perdagangan dan investasi, teknologi digital, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, energi bersih dan pariwisata," tegasnya.

Ia memberikan apresiasi atas komitmen yang ditunjukkan dalam proses pendirian kampus cabang University of Tsukuba di Malaysia pada tahun 2024.

Selain itu, ia mengatakan dalam pertemuan tersebut juga membahas Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) dan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) yang akan membantu menghidupkan kembali perdagangan dan pertumbuhan ekonomi negara.

Malaysia akan berpartisipasi dalam keempat pilar Kerangka Kerja IPEF, yang akan mempercepat transisi Malaysia ke ekonomi hijau, sejalan dengan aspirasi negara tersebut untuk mencapai target emisi Gas Rumah Kaca (GRK) bersih pada tahun 2050.

"Kami juga menyinggung konflik di Myanmar serta perkembangan terkini di Korea Utara dan Ukraina," kata Syaifuddin.(PH)