Zaharah, Wanita Kedua yang Terpilih Sebagai Hakim Besar Malaya
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i60005-zaharah_wanita_kedua_yang_terpilih_sebagai_hakim_besar_malaya
Tan Sri Zaharah Ibrahim telah disumpah pada hari Selasa, 17 Juli 2018 sebagai Kepala Hakim Malaya atau Hakim Besar Malaya. Dia menjadi wanita kedua yang mencapai posisi itu sejak lembaga itu didirikan sekitar 24 tahun yang lalu, pada tahun 1994.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 19, 2018 08:36 Asia/Jakarta
  • Tan Sri Zaharah Ibrahim.
    Tan Sri Zaharah Ibrahim.

Tan Sri Zaharah Ibrahim telah disumpah pada hari Selasa, 17 Juli 2018 sebagai Kepala Hakim Malaya atau Hakim Besar Malaya. Dia menjadi wanita kedua yang mencapai posisi itu sejak lembaga itu didirikan sekitar 24 tahun yang lalu, pada tahun 1994.

 

Zaharah adalah seorang hakim Pengadilan Federal selama tiga tahun terakhir dan sekarang menduduki posisi ketiga tertinggi di peradilan Malaysia.

 

"Saya merasa terhormat telah ditunjuk," katanya kepada wartawan ketika usai upacara pengambilan sumpahnya seperti dilansir Malaymail.

 

Terakhir kali, seorang wanita juga memegang posisi tersebut kurang lebih 11 tahun yang lalu. Tan Sri Siti Norma Yaakob terpilih seabgai kepala hakim wanita pertama di Malaya dari 8 Februari 2005 hingga 5 Januari 2007. Dia adalah wanita pertama dan satu-satunya yang menjadi hakim Pengadilan Federal pada Januari 2001.

 

Zaharah mengambil alih dari pendahulunya, Tan Sri Ahmad Maarop, yang dipromosikan sebagai Presiden Pengadilan Banding pada 12 Juli 2018.

 

Yang di-Pertuan Agong menyetujui penunjukan Zaharah menyusul saran perdana menteri dan setelah berkonsultasi dengan Konferensi Penguasa yang berlaku sejak 11 Juli. Zaharah mengambil sumpah jabatannya pada hari Selasa sebelum Hakim Pengadilan Tinggi, Datuk Su Geok Yiam.

 

Mereka yang menghadiri upacara pelantikan di Istana Kehakiman di Putrajaya di antaranya adalah Jaksa Agung Tommy Thomas dan Wakil Presiden Bar Malaysia, Roger Chan.

 

Mereka yang berasal dari peradilan yang hadir adalah Ahmad, Hakim Ketua baru Sabah dan Sarawak Datuk David Wong Dak Wah, dan Kepala Pengadilan Federal Datuk Seri Latifah Mohd Tahar. Mantan Ketua Hakim Tun Arifin Zakaria juga hadir.

 

Zaharah dilahirkan di Johor Bahru, Johor pada 17 November 1952. Dia mendapat pendidikan awal di Sekolah Kebangsaan Bandar Pontian, Johor, kemudian meneruskan pendidikan di Sekolah Tun Fatimah, Johor Bahru hingga tamat tingkatan enam. Lalu menyambung pendidikan di Universiti Malaya, Kuala Lumpur dan memperoleh Ijazah Sarjana Muda Undang-Undang (Kepujian) pada 1977.

 

Zaharah dipromosikan empat bulan lebih rendah dari usia pensiun konstitusionalnya. Namun, alumni hukum Universiti Malaya itu memenuhi syarat untuk menjabat selama enam bulan tambahan dari November jika Yang di-Pertuan Agong menyetujui perpanjangan tersebut.

 

Zaharah akan membawa 41 tahun pengalamannya di bidang hukum dan peradilan ke posisinya saat ini. Dia memulai karirnya pada tahun 1977 dengan berbagai posisi termasuk sebagai hakim di Melaka.

 

Zaharah juga adalah penasehat hukum negara bagian Selangor selama sekitar dua tahun dari 1 April 1994 hingga Mei 1996. (RA