Di Oxford, Mahathir Tegaskan Keputusan Larang Atlet Israel
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i66778-di_oxford_mahathir_tegaskan_keputusan_larang_atlet_israel
Perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad kembali menegaskan sikapnya melarang atlet Israel memasuki Malaysia untuk mengikuti kompetisi renang dunia.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Jan 21, 2019 11:16 Asia/Jakarta
  • Perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad
    Perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad

Perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad kembali menegaskan sikapnya melarang atlet Israel memasuki Malaysia untuk mengikuti kompetisi renang dunia.

Mahathir membela keputusan yang dikeluarkan pemerintahan yang dipimpinnya mengenai tidak dikeluarkannya izin bagi atlet perempuan Israel untuk mengikuti pertandingan olahraga renang tingkat dunia yang akan berlangsung di Serawak pada bulan Juli. 

Ketika ditanya oleh presiden Uni Oxford, Daniel Wilkinson tentang keputusan Malaysia tersebut, Mahathir mengatakan bahwa orang Israel tidak boleh datang ke Malaysia karena negaranya tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Rezim Zionis Israel mengecam keputusan pelarangan yang dikeluarkan Malaysia terhadap atletnya dan menilai keputusan Mahathir "anti-Semit".

Demonstrasi anti-Israel di Malaysia

Mahathir balik mengkritik sikap Israel dengan mengatakan bahwa rezim Zionis akan melabeli siapapun yang tidak disukainya dengan sebutan anti-semit.

"Saya tidak bisa memahaminya. Kita berbicara tentang kebebasan berbicara, tetapi Anda tidak bisa mengatakan apapun terhadap Israel, terhadap orang-orang Yahudi, mengapa begitu? Jika kita bebas untuk mengatakan apa yang kita sukai, kita dapat mengatakannya. Tetapi segera kita akan dianggap anti-Semit ..., "kata Mahathir di Oxford, dilansir situs Straitstimes (19/1/2019).

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad hari Jumat (18/1) menyampaikan pidato di Inggris tentang dinamika politik Malaysia untuk memenuhi undangan forum Uni Oxford. 

Uni Oxford atau Oxford Union merupakan salah satu perkumpulan debat tertua di Inggris, dengan mayoritas anggotanya berasal dari Universitas Oxford.(PH)