Jumlah Tawanan Saudi di Operasi Nasr Minnallah Dirahasiakan
-
Mohammed Abdul Salam
Juru bicara gerakan Ansarullah Yaman menyebut tujuan utama digelarnya operasi militer 'Nasr Minnallah' di selatan Arab Saudi adalah untuk menghentikan agresi militer koalisi Arab Saudi ke Yaman. Menurutnya, Amerika Serikat dan Inggris mengatakan bahwa Riyadh ingin menghentikan perang.
Fars News (30/9/2019) melaporkan, Mohammed bin Abdul Salam terkait operasi militer Yaman di wilayah Najran, selatan Saudi, bersandi Nasr Minnallah menuturkan, pesan yang sampai kepada kami dari Amerika dan Inggris menunjukkan bahwa Saudi ingin mengakhiri perang Yaman, tapi sampai sekarang masih menunda-nunda.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Mayadeen, Jubir Ansarullah menjelaskan, sejumlah tentara Saudi ditawan dalam operasi ini, dan jumlah mereka harus tetap dikaburkan, karena akan membantu kami dalam pertukaran tawanan.
Mohammed Abdul Salam menegaskan, operasi militer di Najran membuktikan bahwa koalisi Saudi meninggalkan begitu saja dan tidak membantu pasukannya selama perang.
"Keberhasilan-keberhasilan perang yang kami ekspos jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang sebenarnya, karena masalah keamanan demi menjamin keberlangsungan operasi," pungkas Abdul Salam. (HS)