Amerika Tinjauan dari Dalam 12 Januari 2019
https://parstoday.ir/id/news/other-i66466-amerika_tinjauan_dari_dalam_12_januari_2019
Dinamika Amerika Serikat pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting antara lain; Hubungan antara Demokrat dan Gedung Putih Memanas, Pegawai Negeri AS Protes Penutupan Pemerintah, Bank Dunia Peringatkan Dampak Perang Dagang AS-Cina, dan Pelecehan Seksual di Militer AS Meningkat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 12, 2019 13:22 Asia/Jakarta
  • Serikat Pekerja AS berdemonstrasi menentang penutupan pemerintah di Washington.
    Serikat Pekerja AS berdemonstrasi menentang penutupan pemerintah di Washington.

Dinamika Amerika Serikat pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting antara lain; Hubungan antara Demokrat dan Gedung Putih Memanas, Pegawai Negeri AS Protes Penutupan Pemerintah, Bank Dunia Peringatkan Dampak Perang Dagang AS-Cina, dan Pelecehan Seksual di Militer AS Meningkat.

Hubungan antara Demokrat dan Gedung Putih Memanas

Senator Demokrat AS, Bob Menendez menganggap kebijakan Presiden Donald Trump sebagai pemicu utama penutupan pemerintahan federal secara parsial. "Trump berjanji akan menagih biaya tembok pembatas kepada Meksiko, tetapi kemudian meminta biayanya dari para pembayar pajak Amerika," ujarnya pada hari Rabu (9/1/2019) seperti dikutip kantor berita IRIB.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders via akun Twitter-nya menulis, "Kemunafikan Demokrat paling buruk."

Kubu Demokrat dan Republik masih terlibat perdebatan mengenai penutupan pemerintahan federal oleh Trump. Kubu Demokrat pada periode baru DPR AS, mensahkan anggaran pemerintah tanpa mempertimbangkan rencana Trump untuk membiayai pembangunan tembok perbatasan.

Sementara itu, Ketua Demokrat di Senat AS, Chuck Schumer mengatakan Presiden Donald Trump meninggalkan ruang pertemuan setelah perwakilan Demokrat tidak menyetujui anggaran pembangunan tembok perbatasan.

Schumer pada hari Rabu (9/1/2019) menambahkan, Trump bersikap gegabah dan ia memukul meja sebelum meninggalkan ruangan setelah pembicaraan dengan Ketua DPR Demokrat, Nancy Pelosi.

“Trump bertanya kepada Pelosi, 'Apakah engkau setuju dengan tembok saya?' Dia berkata tidak. Trump langsung berdiri dan berkata, 'Kalau begitu kita tidak punya apa-apa untuk didiskusikan', dan dia berjalan keluar. Sekali lagi, kami melihat amarah karena dia tidak bisa mendapatkan jalannya," ujar Schumer.

Demokrat menolak usulan Trump untuk mengakhiri penutupan pemerintahan federal dengan imbalan menyetujui biaya pembangunan tembok perbatasan dalam waktu satu bulan. Trump tetap bersikukuh pada pendiriannya terkait pembangunan tembok perbatasan dan tidak akan mengakhiri penutupan pemerintah sebelum programnya itu disetujui.

Trump mengancam akan mengumumkan darurat nasional untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan Meksiko. Dia mengunjungi perbatasan pada Kamis lalu, atau 20 hari dari penutupan pemerintahan federal. Kubu Demokrat tetap menolak anggaran 5,7 miliar dolar untuk pembangunan tembok kontroversial.

Berbicara kepada wartawan di McAllen, Texas Selatan, Trump sekali lagi mengatakan dia akan menggunakan kekuatan daruratnya untuk mendanai tembok jika dia tidak dapat mencapai kesepakatan di Kongres.

Trump mengklaim bahwa AS berada di bawah ancaman di sepanjang perbatasan selatannya. Dia bersikeras AS sangat membutuhkan tembok perbatasan untuk menghentikan imigran ilegal dan perdagangan narkoba.

Pertemuan Presiden Donald Trump dengan para petinggi Demokrat di Gedung Putih.

Pegawai Negeri AS Gelar Demo Protes Penutupan Pemerintah

Pegawai AS melakukan demonstrasi di seluruh negeri, menyerukan diakhirinya penutupan sebagian pemerintah yang telah berlangsung selama hampir tiga minggu. Trump menutup pemerintah pada 22 Desember setelah Demokrat di Kongres menolak dana 5,7 miliar dolar untuk pembangunan tembok perbatasan dalam anggaran tahun depan.

Ratusan demonstran menerjang suhu dingin di Washington pada hari Kamis untuk memprotes penutupan yang masih berlanjut. Sebagian besar demonstran adalah pegawai pemerintah yang tidak menerima gaji karena penutupan pemerintah.

Protes serupa diadakan di pusat kota Detroit, di mana sekitar 100 pegawai pemerintah berkumpul di luar Gedung Mc.Namara untuk menuntut diakhirinya penutupan.

Sekitar 800.000 pegawai federal terdampak oleh penutupan pemerintah dan ini memaksa mereka untuk memangkas pengeluaran, membatalkan perjalanan, mendaftar untuk memperoleh tunjangan pengangguran, dan mengambil pinjaman untuk membayar kredit.

Serikat Pegawai Federal AS telah mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintahan Trump karena mewajibkan pegawai penting untuk tetap bekerja tanpa menerima gaji. The American Federation of Government Employees (AFGE) menuduh pemerintah AS telah melanggar UU Standar Perburuhan yang Adil dengan memaksa pegawai yang dinilai penting untuk bekerja tanpa dibayar.

Serikat Pegawai Perbendaharaan Nasional (NTEU) juga menggugat pemerintahan Trump atas penutupan pemerintah. Mereka sedang memperjuangan gaji pegawai, termasuk uang lembur dan ganti rugi untuk pegawai yang diharuskan tetap bekerja selama penutupan.

NTEU mengajukan gugatan tindakan kolektif atas nama Albert Vieira, petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan, di Pengadilan Klaim Federal AS. "Para pegawai negeri ini bersumpah atas nama konstitusi, dan mereka tidak pantas diperlakukan seperti ini," kata Presiden Nasional NTEU, Tony Reardon dalam sebuah pernyataan.

"NTEU akan terus berjuang di pengadilan dan di Capitol Hill untuk mengakhiri penutupan dan memastikan bahwa semua karyawan mendapatkan kompensasi yang adil," tegasnya.

Bank Dunia.

Bank Dunia Peringatkan Dampak Perang Dagang AS-Cina

Bank Dunia mengeluarkan peringatan keras pada 10 Januari 201 tentang dampak perang perdagangan Amerika Serikat dan China, yang berpotensi memicu resesi global pada tahun 2020.

Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat menjadi 2,9 persen pada 2019, dibandingkan dengan 3 persen pada 2018. Bank Dunia menyatakan pertumbuhan di AS diprediksi melambat menjadi 2,5 persen tahun ini dari 2,9 persen pada 2018, sementara Cina diperkirakan tumbuh 6,2 persen tahun ini dibandingkan, dengan 6,5 persen pada 2018.

“Prospek ekonomi global semakin gelap. Kondisi pendanaan semakin ketat, produksi industri mengalami moderasi, ketegangan perdagangan meningkat, dan beberapa pasar negara berkembang dan negara-negara berkembang mengalami tekanan pasar keuangan yang signifikan,” kata Bank Dunia.

Laporan Bank Dunia memperingatkan bahwa kemungkinan meningkatnya pembatasan perdagangan yang melibatkan ekonomi utama tetap tinggi meskipun AS dan Cina sepakat menghentikan sementara kenaikan tarif pada awal Desember 2018.

“Risiko meningkatnya proteksionisme perdagangan tetap tinggi. Tarif baru AS dan aksi pembalasan dari mitra dagang sekarang memengaruhi hampir 430 miliar dolar impor global atau sekitar 2,5 persen dari perdagangan barang global," kata Bank Dunia.

Ilustrasi tentara perempuan Amerika Serikat.

Pelecehan Seksual di Militer AS Meningkat

Sebuah survei baru menemukan 66 persen wanita di militer AS mengatakan bahwa mereka secara pribadi mengalami kekerasan seksual atau pelecehan seksual, dibandingkan dengan hanya 6 persen di kalangan tentara pria.

Survei baru menunjukkan bahwa kekerasan seksual dan pelecehan di militer AS lebih umum daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dalam survei yang dilakukan oleh majalah Smithsonian yang diterbitkan pada 7 Januari 2019 mencatat 42 persen wanita juga melaporkan bahwa mereka menyaksikan sesama anggota dinas dilecehkan secara seksual. Sebanyak 68 persen wanita telah mengalami diskriminasi gender, dibandingkan dengan 6 persen pria di militer.

Anggota layanan wanita telah memprotes kekerasan dan pelecehan seksual, dan berharap mereka dan orang lain dapat mengatakan "#MeToo" tanpa takut akan pembalasan di militer.

Departemen Pertahanan AS tentang serangan seksual di militer pada 2017 mencatat bahwa laporan kekerasan seksual meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan lebih dari 5.000 laporan. (RM)