Titik Balik Kehidupan Manusia dalam Pengutusan Nabi Muhammad Saw
https://parstoday.ir/id/news/religion-i184262-titik_balik_kehidupan_manusia_dalam_pengutusan_nabi_muhammad_saw
Pars Today - Misi Nabi Muhammad Saw dapat dianggap sebagai titik balik dalam sejarah. Sebuah peristiwa yang, dengan mengandalkan pembacaan Al-Qur'an, penyucian, pengajaran, dan kebijaksanaan, telah mengubah struktur intelektual dan sosial manusia.
(last modified 2026-01-18T06:48:50+00:00 )
Jan 18, 2026 13:46 Asia/Jakarta
  • Masjid Nabawi di Madinah
    Masjid Nabawi di Madinah

Pars Today - Misi Nabi Muhammad Saw dapat dianggap sebagai titik balik dalam sejarah. Sebuah peristiwa yang, dengan mengandalkan pembacaan Al-Qur'an, penyucian, pengajaran, dan kebijaksanaan, telah mengubah struktur intelektual dan sosial manusia.

Dalam kalender Hijriah, tanggal 27 Rajab tercatat sebagai peringatan pengutusan dan misi Nabi Muhammad Saw. Hari yang, menurut para sejarawan dunia, menandai awal babak baru dalam sejarah spiritual dan sosial umat manusia. Peristiwa ini bukan hanya titik awal misi Nabi Muhammad Saw, tetapi juga titik balik dalam transformasi intelektual, moral, dan sosial masyarakat manusia.

Empat Tujuan Utama Misi Nabi

Dalam ayat 164 Surah Al-Imran, Al-Qur'an menyebutkan empat pilar utama misi Nabi Islam, "Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata."

Membaca ayat-ayat suci, menyucikan dan menyempurnakan akhlak, mengajarkan Kitab dan ilmu, serta mengajarkan hikmah. Keempat hal ini memberikan kerangka kerja yang jelas bagi misi Nabi. Sebuah misi yang bertujuan untuk membimbing manusia dari kesalahan menuju ilmu, pertumbuhan, dan kebahagiaan di dunia ini dan akhirat. Namun, keempat tujuan penting ini telah menyebabkan banyak perubahan dalam kehidupan manusia.

Berikut adalah contoh-contoh perubahan tersebut:

1. Kebangkitan nilai-nilai individu dan sosial

Misi Nabi Muhammad Saw terjadi pada masa ketika masyarakat Arab terperangkap dalam struktur kebodohan yang kaku. Kebajikan seperti kesabaran, pengampunan, kemurahan hati, dan kesopanan telah memudar dan nilai-nilai kemanusiaan telah dilupakan di bawah bayang-bayang prasangka kesukuan.

Nabi Muhammad Saw, dengan mengandalkan ajaran wahyu, menghidupkan kembali nilai-nilai ini dan melembagakan konsep-konsep seperti kebebasan, keadilan sosial, dan martabat manusia dalam masyarakat; konsep-konsep yang kemudian menjadi pilar peradaban Islam.

2. Pembebasan dari kegelapan

Dalam Khutbah 89 Nahj al-Balagha, Imam Ali as, penerus Nabi Muhammad Saw, menyajikan gambaran akurat tentang kondisi sosial dan intelektual sebelum misi Nabi, “Allah mengutus Muhammad pada saat tidak ada nabi yang diutus, manusia tertidur lelap, fitnah semakin meningkat, keadaan kacau, api peperangan berkobar, dunia menjadi gelap dan penuh tipu daya, daun pohon kehidupan telah menguning, dan tidak ada harapan akan berbuah.”

Menurutnya, itu adalah masa ketika belum ada nabi yang diutus, fitnah menyebar, peperangan berkobar, dan manusia tertidur lelap. Dalam lingkungan seperti itu, misi Nabi Muhammad Saw bagaikan cahaya yang menembus kegelapan kebodohan, kekerasan, dan ketidakadilan serta membuka jalan baru bagi umat manusia.

3. Membangkitkan kebijaksanaan dan pemikiran

Salah satu tujuan dasar para nabi adalah membangkitkan kekuatan pemikiran dalam diri manusia.

Dalam Nahj Al-Balagha, Imam Ali as menekankan bahwa para nabi datang untuk mengaktifkan “harta karun kebijaksanaan” dalam diri manusia. Oleh karena itu, misi Nabi Muhammad Saw, yang menekankan pada membaca dan menerima hikmah serta menyucikan diri untuk mengembangkan pengetahuan, dianggap sebagai titik awal kebangkitan intelektual ini.

4. Mewujudkan perdamaian dan ketenangan

Keamanan dan ketenangan adalah kebutuhan mendasar setiap masyarakat manusia, dan pada dasarnya, pertumbuhan tidak dapat dicapai tanpa ketenangan. Nabi Muhammad Saw menunjukkan jalan perdamaian kepada umat Islam dengan menghadirkan model rahmat dan toleransi.

Contoh historis dari pendekatan ini adalah perilaku Nabi pada hari penaklukan Mekah. Hari ketika sebagian sahabat meneriakkan slogan “Hari ini adalah hari pembalasan”, tetapi Nabi Muhammad Saw dengan tegas menyatakan, “Hari ini adalah hari pengampunan.”

Sementara penduduk Mekah mengharapkan pembalasan, Nabi tidak hanya memaafkan mereka, tetapi juga menyebut hari itu sebagai hari rahmat. Sebuah pendekatan yang meletakkan dasar bagi kecenderungan luas penduduk Mekah terhadap Islam.(sl)