Saudi Sikapi Dingin Kabinet Baru Lebanon
-
PM Lebanon, Najib Mikati
Pembentukan pemerintahan baru di Lebanon disambut dingin oleh Arab Saudi yang menilainya tidak sejalan dengan kebijakan Riyadh.
Televisi Al-Mayadeen hari Minggu (3/10/2021) melaporkan, Arab Saudi menanggapi pemerintahan baru Lebanon secara dingin, dan Riyadh tidak mengubah posisinya untuk melanjutkan intervensi dalam masalah krisis Lebanon.
Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengandalkan negosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menyelesaikan krisis Lebanon dan berharap bahwa hubungan baik yang terjalin antara AS dan Arab Saudi akan mempengaruhi sikap Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dalam masalah Lebanon.
Mikati mengambil langkah ini dengan harapan Riyadh setidaknya akan menghapus larangan impor barang atau perjalanan warga Lebanon ke Saudi.
Ketika Riyadh dan Washington bekerja sama dalam menekan rakyat dengan memblokade Lebanon, Hizbullah justru mencari solusi dengan meminta bantuan dari negara lain.
Sejauh ini langkah Hizbullah telah meringankan masalah besar rakyat Lebanon dengan mengimpor bahan bakar dari Iran.(PH)