Ini Dua Negara Pendukung Teroris di Suriah
-
Teroris Jabhat Al Nusra
Militer Suriah melancarkan serangan artileri terhadap pangkalan teroris Jabhat al-Nusra di wilayah barat Aleppo, selatan Idlib, dan barat laut Hama.
Kantor berita Sana hari Rabu (2/2/2022) melaporkan, pasukan Suriah melancarkan serangan artileri terhadap milisi teroris Jabhat al-Nusra di sekitar desa Sheikh Suleiman di pinggiran barat provinsi Aleppo.
Artileri tentara Suriah juga menembaki posisi teroris jabhat Al Nusra di daerah Al-Bara dan Al-Rawiha di pinggiran selatan Idlib.
Tidak hanya itu, pangkalan teroris Jabhat al-Nusra di daerah Al-Ankawi dan Qalidin di pinggiran barat laut provinsi Hama juga menjadi sasaran serangan artileri tentara Suriah.
Kelompok teroris Jabhat al-Nusra menderita kekalahan berturut-turut dari tentara Suriah, tapi mereka terus melancarkan serangan di berbagai daerah di Suriah dengan dukungan Turki.
Tahun lalu, pemerintah Suriah menyatakan sejumlah anasir kelompok teroris Daesh dipindahkan oleh pasukan Amerika Serikat dari Provinsi al-Hasakah ke Provinsi Deir Ezzor di Suriah.
Sebanyak 50 teroris Daesh diangkut dengan helikopter pasukan AS dari pangkalan al-Shaddadi di selatan al-Hasakah ke ladang minyak al-Omar di pinggiran timur Deir Ezzor.
Mereka dipindahkan setelah dilatih oleh pasukan pendudukan AS di pangkalan al-Shaddadi dan kemudian akan bergabung dengan apa yang disebut kelompok “Jaysh al-Ashayer.”
Belum lama ini, anggota parlemen Suriah Musab al-Halabi mengungkapkan bahwa dinas intelijen AS terlibat dalam serangan Daesh ke penjara al-Hasakah.
Al-Halabi menerangkan bahwa Amerika Serikat saat ini berupaya mewujudkan plot peta baru Timur Tengah untuk membagi kawasan, terutama wilayah utara Suriah.
Para teroris yang didukung negara-negara Barat dan Arab telah beroperasi di Suriah selama 10 tahun terakhir. Kejahatan teroris menyebabkan ratusan ribu orang Suriah tewas dan jutaan orang lainnya mengungsi di dalam dan luar Suriah.(PH)