Pejabat Lebanon Sambut Baik Usulan Hizbullah Beli BBM dari Iran
Ketua partai Al-Tauhid Al-Arabi Lebanon menyambut baik usulan Sekjen Hizbullah untuk membeli bahan bakar minyak dari Iran, dan menegaskan bahwa penentang usulan ini tidak mempertimbangkan kondisi rakyat Lebanon yang membutuhkan pasokan BBM.
Lebanon telah menghadapi krisis ekonomi dan politik yang parah selama setahun terakhir. Kurangnya bahan bakar dan kenaikan nilai tukar dolar terhadap mata uang lokal, terutama setelah ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut tahun lalu, memperburuk krisis.
Tahun lalu, selama krisis bahan bakar di Lebanon, Republik Islam Iran mengirim bahan bakar minyak ke negara ini. Pengiriman ini memasuki Lebanon dengan dukungan dari Hizbullah.
Waam Wahab, Ketua Partai Al-Tauhid Al-Arabi Lebanon hari Senin (25/7/2022) menyebut usulan Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, untuk memasok bahan bakar dari Iran sebagai perkembangan positif yang luar biasa.
"Usulan ini harus dilaksanakan dan semua pihak yang menentangnya adalah pengkhianatan terhadap rakyat dan kepentingan nasional negara ini," ujarnya.
Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam pidatonya pada hari Senin mengatakan bahwa Hizbullah siap untuk mengimpor bahan bakar dari Iran, jika pemerintah Lebanon menerima masalah ini.
"Tapi tak seorang pun di Lebanon berani melakukan ini, karena mereka takut sanksi Amerika. Saat ini, perusahaan Rusia dan Iran mungkin siap untuk bekerja sama dengan Lebanon, tetapi pemerintah tidak memiliki keberanian untuk melakukannya," tegasnya.
Penghentian pasokan air di sebagian besar wilayah ibu kota Lebanon menyebabkan masalah besar bagi rakyat negara ini. Setelah beberapa pekan berlalu, pasokan air akhirnya terhubung ke sebagian besar rumah, meskipun situasinya belum kembali normal. Saat ini ada kekhawatiran berlanjutnya krisis bahan bakar, listrik dan air.(PH)