Mufti Lebanon Bongkar Plot Baru Amerika-Zionis yang Berbahaya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i129374-mufti_lebanon_bongkar_plot_baru_amerika_zionis_yang_berbahaya
Sheikh Ahmed Kablan, Mufti Lebanon memperingatkan tentang plot baru Amerika Serikat-Zionis di Lebanon yang berbahaya, setelah rencana sebelumnya gagal.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 15, 2022 06:09 Asia/Jakarta
  • Mufti Lebanon Bongkar Plot Baru Amerika-Zionis yang Berbahaya

Sheikh Ahmed Kablan, Mufti Lebanon memperingatkan tentang plot baru Amerika Serikat-Zionis di Lebanon yang berbahaya, setelah rencana sebelumnya gagal.

Lebanon menghadapi krisis ekonomi dan politik yang parah selama setahun terakhir. Kekurangan bahan bakar dan lonjakan nilai tukar dolar, terutama setelah ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut tahun lalu telah memperburuk krisis di negara Arab ini.

Menurut situs berita Al-Ahed, mufti terkemuka Lebanon, Sheikh Ahmed Kablan dalam sebuah pernyataan hari Rabu (14/9/2022) menyinggung perkembangan internal dan regional negaranya, dengan mengatakan, "Pada saat negara ini menghadapi masalah sosial, mata pencaharian dan pendidikan yang kritis, saya katakan kepada kekuatan politik dan pemerintah bahwa rakyat menghadapi masalah bencana finansial, permainan dolar, mafia pasar dan kejahatan serta proyek sabotase di negara ini,".

"Di sini secara khusus, saya memperingatkan tentang plot dan konspirasi regional Amerika-Israel yang ingin mencapai apa yang tidak dapat dicapai selama blokade melalui sel-sel keamanan dan teroris dan menciptakan kekacauan jalanan. Oleh karena itu, pengesahan anggaran yang sesuai dengan jaminan sosial yang nyata, menenangkan situasi politik, mendukung proyek jaminan sosial pemerintah dan mencegah kekosongan konstitusi merupakan kebutuhan nasional yang mendesak," ujar Sheikh Kablan.

"Jatuhnya nilai lira dengan cepat, gejolak di pasar dolar dan pasar lainnya, ketidakmampuan pemerintah serta afiliasi asing, dan resesi, mempercepat ledakan sosial, dan tekanan sosial dapat menyebabkan negara itu jatuh dan menjadi sasaran plot teroris yang berbahaya. Oleh karena itu, tugas militer dan pasukan keamanan semakin berat dalam menjaga kebutuhan dasar rakyat yang menjadi kebutuhan nasional," paparnya.

Selain krisis ekonomi, Lebanon kini juga menghadapi krisis polirtik dengan ketidakberhasilannya membentuk pemerintahan baru, dan konsultasi untuk memilih kandidat untuk posisi perdana menteri belum tercapai karena perbedaan pendapat antara Najib Mikati dan Michel Aoun. (PH)