Daesh Sedang Menghirup Nafas Terakhirnya di Irak
Ketua Parlemen Irak mengatakan, kelompok teroris Daesh saat ini tengah menghirup nafas-nafas terakhirnya di negara itu.
Stasiun televisi Sky News (25/6) melaporkan, Salim Al Jabouri, Ketua Parlemen Irak, Sabtu (25/6) menyinggung urgensi dukungan terhadap warga sipil dalam perang melawan kelompok teroris Daesh.
Ia menuturkan, solusi-solusi cepat harus segera ditemukan untuk menangani masalah keluarga-keluarga pengungsi, dan dalam operasi pembebasan wilayah-wilayah Irak, masalah-masalah terkait kondisi kemanusiaan harus diperhatikan.
Al Jabouri menjelaskan, tidak diragukan, operasi pembebasan Ninawa akan membawa dampak pengungsian luas warga sipil dari wilayah-wilayah perang. Oleh karena itu, kementerian-kementerian terkait khususnya Kementerian Imigrasi harus memperhatikan masalah ini.
Ketua Parlemen Irak menegaskan, operasi pembebasan Mosul akan dimulai pasca pembebasan Sharqat di Utara Tikrit dan Al Hawija di Barat Daya Kirkuk dan sekitar Al Qayara.
Menurut Al Jabouri, seluruh Angkatan Bersenjata baik militer, pasukan sukarelawan rakyat, pasukan anti-teror dan polisi, akan ikut serta dalam operasi pembebasan Mosul.
Dalam operasi pembebasan Mosul akan dilakukan koordinasi yang diperlukan dengan pasukan Peshmerga, Kurdi dan wilayah Kurdistan, Irak serta koalisi Amerika Serikat. (HS)