Saatnya AS, Saudi, Qatar dan Turki Hentikan Dukungan untuk Teroris
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i13930-saatnya_as_saudi_qatar_dan_turki_hentikan_dukungan_untuk_teroris
Amnesti Internasional dalam sebuah laporan menilai gelombang penculikan, penyiksaan dan hukuman mati sepihak kelompok teroris di Suriah sebagai aksi kejahatan perang dan meminta pemeritah regional seperti Qatar, Arab Saudi, Turki dan juga Amerika Serikat untuk menghindari segala bentuk dukungan terhadap kelompok-kelompok tersebut.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 05, 2016 14:51 Asia/Jakarta
  • teroris
    teroris

Amnesti Internasional dalam sebuah laporan menilai gelombang penculikan, penyiksaan dan hukuman mati sepihak kelompok teroris di Suriah sebagai aksi kejahatan perang dan meminta pemeritah regional seperti Qatar, Arab Saudi, Turki dan juga Amerika Serikat untuk menghindari segala bentuk dukungan terhadap kelompok-kelompok tersebut.

Lembaga internasional yang bermarkas di London itu selain mengkritik kelompok-kelompok bersenjata yang aktif di Suriah dan menyatakan, kelompok-kelompok tersebut sepenuhnya bebas dalam melakukan kejahatan perang dan tidak dituntut pertanggungjawaban.

Phillip Luther, ketua program Timur Tengah dan Afrika Utara Amnesti Internasional mengatakan, warga sipil khawatir jika mereka mengkritik perilaku kelompok-kelompok bersenjata itu atau tidak mematuhi peraturan yang dipaksakan, mereka akan binasa.

Presiden Suriah, Bashar Al-Assad beberapa waktu lalu menyatakan, negara-negara pendukung teroris seperti Turki, Arab Saudi dan Qatar, menolak menghentikan dukungan mereka untuk para teroris tersebut.

Bashar Al-Jafari, perwakilan tetap Suriah di Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan, Arab Saudi dan Turki telah mempermudah para teroris mengakses senjata kimia.

Al-Jafari juga menuntut Dewan Keamanan PBB untuk mencegah akses terhadap senjata pemusnah massal oleh kelompok teroris di Suriah dan para pendukung mereka yakni di Turki dan Arab Saudi.

Di lain pihak, Nabil Qaouq, wakil ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon mengatakan, " Dengan persetujuan Amerika Serikat, rezim Saudi menyuplai senjata kelompok-kelompok teroris Takfiri di Suriah."

Koran Al-Safir terbitan Lebanon menulis, para perwira Arab Saudi dan Turki dalam pertempuran di pinggiran kota Selatan Alepp, Suriah Utara. Sumber yang sama menyebutkan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Turki dan sejumlah negara di kawasan dengan sekuat tenaga dan sarana terjun mendukung kelompok-kelompok teroris yang aktif di Suriah.

Sementara itu, koran New York Times dalam laporan terbarunya menyinggung peran Arab Saudi dalam perluasan terorisme dan menulis, "Dengan dana besar, Arab Saudi menebar pemikiran Wahabisme di berbagai negara. Di negara seperti Arab Saudi, sumber-sumber dana tidak dibelanjakan untuk memerangi gizi buruk atau kematian anak-anak, melainkan sebagian besarnya adalah untuk program pencucian otak anak-anak dan penanaman benih-benih bentrokan potensial di negara-negara miskin dan tidak stabil."

New York Times menegaskan bahwa dunia harus melakukan perundingan serius dengan Arab Saudi terkait perannya dalam mengembangkan radikalisme. Berita-berita di lapangan dan medan pertempuran menunjukkan bahwa dalam operasi militer Suriah di provinsi Aleppo, utara negara ini, banyak teroris yang tewas dan pasukan militer telah mengontrol area perkebunan di selatan Aleppo. (MZ)